Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia 2010. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juli 2010

TOP SCORES WORLD CUP 2010

Share



Player


Goal

David Villa 5
Wesley Sneijder 5
Diego Forlan 5
Thomas Muller 5
Gonzalo Higuain 4
Robert Vittek 4
Miroslav Klose 4
Luis Suarez 3
Luis Fabiano 3
Landon Donovan 3
Lukas Podolski 3
Asamoah Gyan 3
Robinho 2
Arjen Robben 2
Carlos Tevez 2
Andres Iniesta
2
Samuel Eto'o
2
Tiago
2
Brett Holman
2
Javier Hernandez
2
Kalu Uche
2
Lee Chung-Yong
2
Elano
2
Keisuke Honda
2
Lee Jung-Soo
2
Sami Khedira
1
Marcell Jansen
1
Edinson Cavani
1
Carles Puyol
1
Maximiliano Pereira
1

Hujan Hadiah Di Afsel

Share
Hadiah besar menanti tim Spanyol setelah mereka merajai sepak bola dunia. Kemenangan 1-0 atas Belanda pada final Piala Dunia 2010 setidaknya mendatangkan bonus ratusan miliar rupiah.

Sebagai juara, Spanyol berhak menerima hadiah uang sebesar 30 juta dollar AS (Rp 271 miliar) dari FIFA. Iker Casillas cs juga berhak mendapatkan bonus uang dari Federasi Sepak Bola Spanyol atau RFEF. Masing-masing pemain akan menerima bonus 600.000 euro (hampir Rp 7 miliar). Bonus ini lebih banyak dibandingkan ketika "Matador" meraih gelar juara Piala Eropa dua tahun silam. Saat itu, Spanyol "hanya" menerima 350.000 euro (Rp 4 miliar).

Sementara itu, Belanda sebagai runner up berhak mendapatkan hadiah uang sebesar 24 juta dollar AS (Rp 216 miliar). Adapun Jerman di peringkat ketiga digelontorkan 20 juta dollar AS (Rp 180 miliar). Uruguay di tempat keempat dianugerahi bonus 18 juta dollar AS (Rp 172 miliar).

Tim-tim lain yang meramaikan turnamen ini juga tak lepas dari "tali asih" FIFA. Brasil, Ghana, Paraguay, dan Argentina berhak mengantongi 18 juta dollar (Rp 162 miliar) karena lolos ke perempat final. Tim yang lolos ke babak 16 besar seperti Inggris dan Portugal diberi kucuran dana 9 juta dollar AS (Rp 81 miliar). Tim yang hanya mampu bertahan di penyisihan grup, seperti Perancis dan Italia, mendapatkan 8 juta dollar AS (Rp 72 miliar)

Hadiah World Cup 2010 dari FIFA
Juara 1-3 dan 4
Juara 1 : Spanyol = 30 juta dollar AS (Rp 271 miliar)
Juara 2 : Belanda = 24 juta dollar AS (Rp 216 miliar)
Juara 3 : Jerman = 20 juta dollar AS (Rp 180 miliar)
Juara 4 : Uruguay = 18 juta dollar AS (Rp 172 miliar)

Perempat Final:
Brasil, Ghana, Paraguay, dan Argentina berhak mengantongi 18 juta dollar (Rp 162 miliar)

Babak 16 besar = 9 juta dollar AS (Rp 81 miliar)
Juara dan Runner up Group = 8 juta dollar AS (Rp 72 miliar)

Para Pemain Terbaik Di Afsel

Share
Thomas Mueller meraih dua penghargaan individu dari performa impresifnya di Piala Dunia 2010. Iker Casillas, kapten yang memimpin Spanyol menjadi juara, terpilih sebagai penjaga gawang terbaik.

Mueller meraih "" sebagai pemain paling produktif di Afrika Selatan. Walaupun torehan golnya sama dengan tiga pemain lain, tapi ia memiliki poin terbaik dibanding Wesley Sneijder (Belanda), David Villa dan Diego Forlan (Uruguay).

Kelebihan penyerang muda Jerman itu adalah membuat tiga assist, sedangkan rival-rivalnya itu cuma satu.

Villa memperoleh "Sepatu Perak" karena durasi bermainnya lebih sedikit dibanding Sneijder dan Forlan. Dari ukuran itu Sneijder berhak atas "Sepatu Perunggu".

Forlan, biarpun tidak memperoleh “sepatu”, tapi ia dapat "bola". Golden Ball diberikan kepadanya karena dinilai sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen. Bahwa Uruguay dibantunya lolos ke semifinal, untuk pertama kalinya sejak 1970, tentu saja sebuah poin besar untuk mengantarnya sebagai best player of the tournament.

Casillas dinobatkan sebagai kiper terbaik dan berhak membawa pulang trofi Golden Glove Award. Alhasil Spanyol membawa tiga piala karena mereka pun memenangi kejuaraan dan 'Matador' dinilai sebagai tim paling sportif dan dapat Fair Play Award.

Satu penghargaan lain dari FIFA adalah pemain muda terbaik, dan itu diperuntukkan Mueller. Ia mengalahkan dua kandidat lain, yakni Giovani dos Santos (Meksiko) dan Andre Ayew (Ghana).

Golden Ball: Diego Forlan (Uruguay)
Golden Boot: Thomas Mueller (Jerman)
Best Young Player: Thomas Mueller (Jerman)
Best Goalkeeper: Iker Casillas (Spanyol)
Fair Play Award: Spanyol

Jumat, 09 Juli 2010

Gurita Paul Vs Deddy Coubuzier

Share
Piala Dunia 2010 Afrika Selatan banyak melahirkan kejutan. Prediksi di atas kertas kadang di pandang sebelah mata. Pencinta bola di tanah air mulai melirik ramalan yang berbau klenik bahkan mempercayai hal-hal yang tidak bisa diterima secara logis.

Baru-baru ini, kita dihebohkan dengan ramalan seekor gurita yang bernama Paul sukses meramal bagaimana Jerman mengalahkan Argentina dan Inggris. Menghadapi Spanyol, dinihari nanti, Paul memilih Tim Matador sebagai pemenangnya seperti dirilis AFP, Selasa (6/7) petang malam waktu setempat langsung dari aquarium Sea Life, Oberhausen, Jerman.
Ada lagi, ramalan dari tanah air. Siapa lagi kalau bukan mentalist Deddy Coubuzier yang memprediksi juara Piala Dunia dengan mengeluarkan kode NC1253HZ6.
Ya, jelang laga Jerman Vs Spanyol, ada saja kontroversi yang melada masyarakat dunia dengan aksi ramal meramal. Menarik diulas ramalan si Paul atau Deddy Coubuzier kah yang tepat. Sesuatu yang kontras. Tentu keduanya, ada yang tepat dan ada pula yang meleset.
Kita mulai dari aksi si Gurita Paul. Selama Piala Dunia, binatang itu sangat menarik perhatian warga dunia pecinta bola! Bagaimana tidak? dia (Paul), ramalan pertamanya benar-benar sangat akurat dengan aksinya mencoba memilih bendera Inggris di kiri dan bendera Jerman di kanan kemudian Paul sedikit kebingungan kala itu... coba memilih yang kiri tapi tidak jadi coba memilih yang kanan juga sempat berhenti, dan kemudian dipilihnya bendera Jerman. Alhasil Jerman lah yang memenangkan partai klasik dengan Inggris dengan skor telak 4 - 1. Sungguh mengagumkan!.
Kemudian melawan Argentina di babak perempat final, lagi-lagi prediksi Paul benar. Jerman membantai Argentina dengan skor telak 4-0.
Di babak penyisihan, Gurita bernama Paul itu ditugasi untuk memilih salah satu di antara dua kerang dalam kotak kaca yang dipasangi bendera dua negara. Alhasil, Paul tepat memprediksi bahwa Jerman akan mengalahkan Australia dalam laga pembukaan, lalu kalah dari Serbia, kemudian Jerman akan mengalahkan Ghana.
Perawat Paul mengatakan, Paul dengan tepat memprediksi 80 persen hasil yang diperoleh Jerman dalam perebutan Juara Piala Eropa 2008 lalu. Dalam kompetisi tersebut, Jerman berada di peringkat kedua dalam kualifikasi grup, hanya kalah sekali dari Kroasia. Jerman melangkah ke semifinal dan menyerah kepada Spanyol di babak final. Akankah sejarah itu itu terulang ?. "Ya" itu tentu jawaban Paul andai ia bisa berbicara karena ia lebih memilih menjagokan Spanyol ketimbang Jerman.

Lalu bagaimana dengan prediksi sang mentalist Deddy Coubuzier ?.
30 hari sebelum putaran final Piala DUnia digelar, Deddy Corbuzier meramalkan siapakah yang akan menjadi juara dunia 2010 dengan memberikan dua kata kunci, yakni kode NC1253HZ6 dan pemegang Piala Dunia nanti adalah negara yang beriklim dingin.
Jika ditilik dari kode NC1253HZ6, kita bagi menjadi empat bagian.N + C + 1253 + HZ6.
Kode N berarti North atau Utara. Letak negaranya di utara.
Kemudian kode C yang berarti Christianity. Mayoritas penduduknya atau sekitar 63% penganut kristen. Kode 1253 berarti angka yg menunjukkan letak negaranya. Karena letaknya di utara, disesuaikan dengan letaknya menurut garis lintang utara. 52°-31° lintang utara. Kode
H=Horst Kohler yaitu presiden resmi terakhir yg dipilih melalui pemilu. Z berarti zurucktreten berarti mengundurkan diri dan 6 adalah 6 tahun
Jawabannya Jerman. Letaknya di utara, 52°-31° lintang utara. 63% penduduknya Christianity. Horst Köhler dilantik tanggal 1 juli 2004, pada pemilu 23 mei 2009, terpilih kembali menjadi president. Horst Köhler mengundurkan diri yang dalam bahasa jerman zurücktreten setelah menjabat presiden selama hampir 6 tahun pada tanggal 31 mei 2010.Nah, bagaimana dengan anda ?
Share

Berlin - Paul si Gurita akhirnya "bersedia" menebak pertandingan final Piala Dunia 2010. Dalam waktu cepat ia memilih Spanyol sebagai tim yang akan menjadi juara, mengalahkan Belanda.

Paul menjadi primadona Piala Dunia belakangan ini setelah semua tebakannya untuk pertandingan Jerman benar, termasuk ketika memprediksi Der Panzer bakal ditumbangkan Spanyol di semifinal.

Walaupun sempat dikabarkan tidak akan memilih pertandingan final, karena memang tidak melibatkan Jerman, Paul akhirnya "diminta" membuat pilihan: Spanyol atau Belanda.

Pada proses "ramalan" yang disiarkan oleh stasiun televisi Jerman dari akuarium di Sea Life kota Oberhausen, mahluk laut bertentakel delapan itu dengan mantap memilih "Matador".

"Sangat cepat. Tampak jelas bahwa kemenangan adalah untuk Spanyol," ungkap juru bicara "rumah" Paul.

Mau tahu berapa cepat Paul memilih Spanyol? Sekitar tiga menit! Padahal untuk beberapa pertandingan ia memerlukan waktu "berpikir" sampai 70 menit!

Selain Spanyol, Paul juga memprediksi pemenang pertandingan peringkat ketiga. Untuk partai Jerman versus Uruguay, ia memilih "sang majikan", Jerman.

Yang perlu dicatat, dua tahun lalu Paul memilih Jerman mengalahkan Spanyol di final Piala Eropa, dan prediksinya itu salah. Kali ini?

Minggu, 27 Juni 2010

Neuer kiper ke-2 yg bikin assist di Piala Dunia

Share
Bloemfontein - Piala Dunia 2010 adalah penampilan pertama Manuel Neuer di level internasional bersama Jerman. Namun sebuah catatan apik mampu diukir kiper muda berusia 24 tahun itu di Afrika Selatan ini.

Ya pemain Schalke 04 itu menjadi kiper kedua di Piala Dunia yang mampu membuat assist di sebuah pertandingan. Neuer melakukannya saat Jerman menang 4-1 dari Inggris di babak 16 besar, Minggu (27/6) malam WIB.

Gol pertama Jerman yang dicetak Klose diawali tendangan gawang dari Neuer yang menggapai Klose di deket kotak penalti Inggris. Usai menaklukkan Matthew Upson dalam duel satu lawan satu, Klose pun tanpa kesulitan menceploskan bola ke jala David James.

Sebelum Neuer 44 tahun lalu di Inggris 1966 kiper Uni Soviet Anzar Kavazashvili melakukannya saat berhadapan dengan Chile. Waktu itu ia mengarsiteki gol kedua Valery Porkuyan yang membawa Uni Soviet menang 2-1 di fase grup.

Catatan positif itu tentunya makin bikin Joachim Loew kesengsem pada penampilan Neuer. Ia dipilih sebagai kiper utama Jerman dengan menyisihkan dua nama yang terbilang senior dan kenyang pengalaman seperti Hans Jorg-Butt dan Tim Wiese.

Neuer yang kelahiran 24 Maret itu sudah mengoleksi sembilan caps sejak debutnya 2 Juni 2009 melawan Uni Emirat Arab

Gol Kontroversi Inggris, mengigatkan pada thn 1966

Share
Bloemfontein - Keputusan wasit yang tidak menganggap gol tembakan Frank Lampard dipastikan menjadi kontroversi besar tak cuma untuk Inggris tapi juga dunia. Buat Jerman, "sakit hati" mereka 44 tahun silam seperti terbayar.

Selama beberapa dekade kontroversi gol di final Piala Dunia 1966 diperdebatkan. Di menit ke-11 masa babak tambahan, dalam skor 2-2, bola sepakan Geoff Hurst memantul tiang, mencelat keluar garis gawang, dan wasit memutuskan sebagai gol.

Gol itu mengusik konsentrasi pemain-pemain Jerman. Inggris mencetak gol lagi sebelum peluit panjang berbunyi, menang 4-2, dan mereka keluar sebagai juara, meraih satu-satunya piala besar sampai saat ini.

Jerman meradang, dunia menyebutnya sebagai "gol hantu". Sampai sekarang, setiap kali Inggris bertemu Jerman, kontroversi itu selalu dibawa-bawa. Ada dendam berkepanjangan yang seakan tak pernah padam.

27 Juni 2010 Inggris terkena "karma". Pada pertemuan kedua tim di babak 16 besar, dalam keadaan tertinggal 1-2, sebuah tembakan Lampard di menit 39 menembus pertahanan Jerman dan tak bisa dijangkau kiper Manuel Neuer. Bola menerpa mistar, memantul ke gawang, dan tayangan ulang memperlihatkan jelas telah melewati garis gawang.

Wasit Jorge Larrionda dari Uruguay tidak meniup peluit alias tidak menganggapnya sebagai gol. Pemain Inggris ramai-ramai memprotes. Ofisial Inggris di bench, mulai dari Fabio Capello, asisten pelatih Stuart Pearce sampai "kapten tak bermain" David Beckham, bangkit dari kursinya, mengangkat tangan tinggi-tinggi, menggerutu sejadi-jadinya.

Di akhir cerita, Jerman menang telak 4-1 -- lebih telak dari kekalahan mereka 44 tahun silam. Inggris angkat koper dari Piala Dunia, lebih cepat dari dua edisi sebelumnya ketika mereka bertahan sampai babak perempatfinal.

"Ini lelucon. Hakim garis dekat sekali dari sana. Mereka mencoba mengembalikan kita ke tahun 1966," seru seorang fans Inggris dikutip The Sun. Seorang fans lain berteriak, "Kita butuh hakim garis dari Rusia!"

Rusia yang dimaksud adalah Tofik Bakhramov, hakim garis asal Uni Soviet yang memberitahu wasit Gofffried Dienst (Swiss) di final 1966, bahwa bola dilihatnya telah melewati garis gawang. Tapi wasit Jorge Larrionda dari Uruguay bahkan tidak berdiskusi dulu dengan asistennya untuk menganggap bahwa tembakan Lampard tidak gol.

Yang menarik, Larrionda dikabarkan berseru "Oh, Tuhan!" ketika di masa turun minum ia melihat tayangan ulang insiden tersebut.

Di tahun 1966, sebuah studi menghitung bahwa bola tidak masuk sepenuhnya dan masih berjarak 6 cm dari gol. Malam ini, pers Inggris berani menyebut bahwa bola tembakan Lampard sudah masuk 60 bahkan 90 cm.

Peristiwa di Bloemfontein ini pasti akan dikenang dunia apalagi Inggris. Mereka pasti akan bilang, "Kalau itu gol, berarti skor 2-2, dan apapun bisa saja terjadi."

Tapi para komentator menilai Jerman memang lebih pantas menang karena permainan mereka lebih baik daripada Inggris.

Sepakbola memang selalu melahirkan kontroversi.

Inggris pulang susul Italia, Jerman ikuti Uruguay..

Share
Bloemfontein - Jerman tampil gemilang saat berduel dengan Inggris, Minggu (27/6). Der Panser menang telak 4-1 dan melaju ke perempatfinal.

Dalam laga yang dihelat di Free State Stadium itu Jerman mendapat gol-golnnya dari Thomas Mueller (dua), Miroslav Klose dan Lukas Podolski. Inggris memperkecil ketertinggalan lewat Matthew Upson.

Laga tersebut diwarnai kontroversi saat wasit Jorge Larrionda menganulir gol Frank Lampard di babak pertama yang dalam tayangan ulang bola sudah melewati garis.

Di perempatfinal Jerman akan bertemu pemenang partai antara Argentina kontra Meksiko.

Jalannya pertandingan

Di menit ke-4 Mesut Ozil yang mendapsat bola di sisi kiri pertahanan Inggris merangsek masuk ke kotak penalti. Sambil dibayangi Ashley Cole, Ozil melepaskan sepakan yang masih bisa ditahan David James.

Pertandingan memasuki menit ke-20 Jerman membuka skor. Bola panjang dari Manuel Neuer menuju Klose di kotak penalti Inggris dan usai menaklukkan Upson, Klose menyepak bola masuk ke jala Inggris.

Marka pertandingan memasuki setengah jam Klose nyaris membawa Jerman menjauh namun tembakannya masih bisa ditepis James. Dua menit berselang Inggris harus kebobolan lagi. Kali ini akselerasi Mueller di sayap kanan diakhiri dengan umpan ke tiang jauh di mana Podolski bebas berdiri. Dengan mudah Podolski menceploskan bola ke jala James dengan kaki kirinya.

Upson! Inggris memperkecil keadaan jadi 1-2 di menit ke-37. Umpan Steven Gerrard dimaksimalkan jadi gol oleh Upson lewat kepalanya.

Semenit sesudahnya Inggris sebenarnya kembali mencetak gol lewat tendangan keras Frank Lampard dari luar kotak penalti. Namun wasit tak mengesahkannya padahal dalam tayangan ulang bola sudah melewati garis setelah membentur mistar.

Enam menit selepas rehat Lampard lewat tembakan bebas dari jarak jauh punya peluang emas menyamakan skor. Namun bola masih menghantam mistar gawang.

Di menit ke-62 Bastian Schweinsteiger punya peluang dari luar kotak penalti lewat tembakan keras mendatar namun masih melebar. Klose yang berada tepat di depan laju bola sebenarnya bisa menyentuhnya untuk dijadikan gol.

Mueller! Jerman memperbesar keunggulan di menit ke-67 dan skor jadi 3-1. Diawali serangan balik yang digawangi Podolski, bola diumpan ke Schweni di tengah yang kemudian digulirkan ke Mueller di sayap kiri. Mueller dengan kaki kanannya menghajar bola keras menghujam gawang James.

Tak sampai dua menit kemudian Ozil yang membawa bola sendirian di sayap kiri merangsek ke kotak penalti dan mengumpan datar ke depan gawang. Mueller dengan mudah menceploskan bola ke James untuk gol keduanya dan Jerman unggul 4-1.

Gerrard! Di menit ke-80 tendangan dari dalam kotak penalti kapten Inggris itu masih bisa ditepis oleh Neuer.

Skor 4-1 bertahan hingga akhir pertandingan dan Inggris pun pulang kampung!

Susunan pemain

Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm, 3-Arne Friedrich, 17-Per Mertesacker, 20-Jerome Boateng, 13-Thomas Mueller (15- Piotr Trochowski 72'), 6-Sami Khedira, 7-Bastian Schweinsteiger, 10-Lukas Podolski, 8-Mesut Ozil (9-Stefan Kiessling 83'), 11-Miroslav Klose (23-Mario Gomez 73').

Inggris: 1-David James; 2-Glen Johnson (17-Shaun Wright Philips 87'), 15-Matthew Upson, 6-John Terry, 3-Ashley Cole; 16-James Milner (11-Joe Cole 64'), 4-Steven Gerrard, 8-Fank Lampard, 14-Gareth Barry; 19-Jermain Defoe (21-Emile Heskey 71'), 10-Wayne Rooney.

Sumber : detiksport

Sabtu, 26 Juni 2010

Jelang Jerman vs Inggris

Share
Bloemfontein - Faktor pengalaman memegang peranan dalam laga sebesar Inggris kontra Jerman. Untuk itu The Three Lions juga punya tugas untuk "menyokong" mental Frank Lampard, Wayne Rooney, dan James Milner.

Bigmatch Inggris kontra Jerman, Minggu (27/6/2010) menarik perhatian besar dari publik. Pasalnya selain rivalitas tradisional antara kedua negara, duel ini juga sedikit banyak menentukan seperti apa akhir cerita dari Piala Dunia kali ini. Itu berarti salah satu tim unggulan di South Africa 2010 bakal pulang setelah laga ini.


Di laga besar seperti ini, skill saja tidak cukup. "Faktor pengalaman sangat menolong ketika Anda harus menjalani semua hal yang dibicarakan tentang arti dari laga ini," ujar kapten Inggris Steven Gerrard seperti dikutip dari Guardian.

Pelatih Fabio Capello boleh bersyukur pasalnya hanya tiga pemainnya yang belum pernah punya pengalaman mengalahkan Jerman. Yang agak repot, tiga nama itu adalah pilar inti St George Cross. Mereka adalah Lampard, Rooney, dan Milner.

Dalam kemenangan terakhir yang dibukukan Inggris atas Tim Diesel, ketiga pemain itu tidak tampil. Ada pun laga yang dimaksud adalah partai persahabatan (20/11/2008) yang berkesudahan 2-1 untuk Inggris.

Tapi malam nanti bukan partai persahabatan. Pertandingan malam nanti merupakan laga hidup mati. Untuk itu Gerrard dan seluruh anggota tim siap menyokong ketiga pemain tersebut..

"Dalam laga ini, pemain harus tegar dan siap untuk diperhitungkan. Ini merupakan babak di mana kita semua ingin bermain. Dalam laga nanti akan terjadi banyak kejadian besar dan bahkan beberapa di antaranya bisa menentukan karir pemain ke depannya," tegas Gerrard.

"Menataplah ke depan. Yang saya rasakan hanyalah keinginan untuk memimpin tim ini melaju ke delapan besar," tandas pemain yang mencetak satu gol ketika Inggris membantai Jerman 5-1 pada kualifikasi Piala Dunia 2002 (1/9/2001) tersebut.

"Laga seperti ini memang penuh tensi dan banyak yang dipertaruhkan nantinya. Tapi di sini ada gairah juga. Kami harus memastikan kami tak menyesal ketika laga berakhir," tutup pemain Liverpool itu.

Sumber : detiksport

Jumat, 25 Juni 2010

Bola Jabulani ga salah, tapi Pemainnya!

Share

Johannesburg - Piala Dunia 2010 hampir setengah jalan, Jabulani masih terus mengundang kontroversi. Keluhan beberapa pemain terhadap Jabulani dianggap cuma alasan saja.

"Jabulani ini banyak sekali didiskusikan. Di Johannesburg yang tempatnya tinggi, bola menjadi lebih cepat dan kiper harus bekerja lebih keras karenanya," demikian penilaian mantan penjaga gawang internasional Jerman Oliver Kahn dalam konferensi pers di Jobulani Center, Sandton, Johannesburg, Jumat (25/6/2010), yang dihadiri pula oleh reporter detiksport Doni Wahyudi.

Beberapa pemain dari negara-negara kontestan Piala Dunia 2010 sebelumnya sempat mengkritik bola keluaran Adidas tersebut. Diklaim sebagai yang paling bulat, Jabulani justru dianggap menyulitkan, utamanya untuk penjaga gawang.

"Tapi itu semua bukan alasan, kiper harus tetap bisa mengantisipasinya. Pelatih bilang, kalau bolanya sulit berarti sang kiper harus latihan lebih berat lagi," lanjut Kahn.

Pernyataan serupa terlontar dari kiper Chelsea asal Republik Ceko, Petr Cech. Kesulitan yang dialami pemain ataupun kiper terhadap bola, itu karena kesalahan yang dibuat si pemain sendiri.

"Tak ada yang salah dengan bola. Kalau sesuatu terjadi, itu adalah kesalahan kiper, gelandang, bek yang tak berkonsentrasi penuh,” tukas kiper Republik Ceko itu. "Semua pemain menggunakan bola yang sama. Semua bisa dipelajari dengan membiasakan diri"

"Apa yang terjadi pada bola tergantung beberapa hal. Lapangannya, bagaimana kondisi rumput, ketinggian dan kadang angin," pungkas Cech yang mengaku sudah merasakan langsung Jabulani dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia ini.

Sumber : detiksport

Kamis, 24 Juni 2010

Azzuri pulang kampung.. Hati-hati di jalan ya...

Share
Naas benar nasib Italia di Piala Dunia 2010. Datang dengan status juara bertahan, Azzurri harus tersingkir di fase grup usai kalah 2-3 dari Slovakia di laga pamungkas.

Di menit ke-6 Slovakia mengancam gawang Italia. Mendapat umpan lambung dari Robert Vittek, Marek Hamsik dengan kaki kirinya menendang bola. Sayang bola masih melenceng di sisi kanan gawang.

Pada menit ke-25 Slovakia membuka skor. Bola daerah dari Juraj Kucka langsung digapai Vittek dan dengan sontekan pelan dia mengarahkan pojok gawang tanpa mampu dijangkau Federico Marchetti.

Di menit ke-35 Slovakia nyaris saja menggandakan keunggulan andaikan tembakan Zdeno Strba dari jarak 30 yard tak ditepis Marchetti.

Pada menit ke-41 sebuah crossing ke kotak penalti menuju Vincenzo Iaquinta dihalau oleh Martin Skrtel dengan sundulannya. Semenit sebelum jeda terjadi clash antara Strba dan Gennaro Gattuso yang menyebabkan lutut Strba terluka. Namun si pemain masih bisa melanjutkan permainan.

Di masa injury time Italia kembali terancam oleh tendangan keras Kucka yang masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Marchetti. Skor 1-0 tetap bertahan.

Babak kedua menit ke-62 Antonio Di Natale menguji Jan Mucha di bawah mistar namun Mucha masih mampu menahan laju bola.

Fabio Quagliarella ! Di menit ke-66 dari sebuah crossing yang didapat Quagliarella, striker Napoli itu menendang bola ke arah gawang yang sudah ditinggal Mucha. Dengan sigap Skrtel mengagalkannya dan membuang bola.

Tiga menit sesudahnya Miroslav Stoch punya peluang memperbesar jarak namun Stoch yang sudah melewati penjagaan lawan gagal menjaga akurasi tembakannya sehingga melenceng dari sasaran.

Vittek!! Italia semakin tertinggal dan diambang tak lolos. Di menit ke-74.Hamsik yang tak terkawal di sisi kiri mengumpan ke tiang dekat dan Vittek yang dikawal Giorgio Chiellini dengan mudah mencocor bola masuk ke gawang Marchetti. Slovakia 2 Italia 0.

DI menit ke-81 gol Di Natale menghidupkan asa Italia lewat golnya. Quagliarella menyodorkan bola ke Di Natale di tiang jauh dan tanpa kawalan dengan mudah Di Natale menceploskan bola ke jala Mucha.

Quagliarella di menit ke-84 sebenarnya mencetak gol dan menyamakan kedudukan. Namun gol tersebut dianulir karena Quagliarella sudah terjebak offside lebih dulu.

Pada menit ke-88 Slovakia menghadirkan mimpi buruk bagi Italia. Diawali lemparan dalam, Kopunek yang berlari diantara kepungan pemain Italia dengan mudah me-lob bola melewati Marchetti dan bersarang di pojok gawang.

Di menit ke-92 Italia kembali memperpanjang nafasnya lewat gol Quagliarella dari luar kotak penalti. Dengan tenang dia men-chip bola melewati hadangan Mucha. Slovakia 3 Italia 2.

Susunan pemain

Slovakia: 1-Jan Mucha; 2-Peter Pekarik, 3-Martin Skrtel, 16-Jan Durica, 5-Radoslav Zabavnik, 6-Zdeno Strba (20-Kamil Kopunek 87'), 15-Miroslav Stoch, 17-Marek Hamsik, 11-Robert Vittek, 19-Juraj Kucka, 18-Erik Jendrisek.

Italia: 12-Federico Marchetti; 19-Gianluca Zambrotta, 5-Fabio Cannavaro, 4-Giorgio Chiellini, 3-Domenico Criscito (2-Christian Maggio 45'), 22-Riccardo Montolivo (21-Andrea Pirlo 55'), 6-Daniele De Rossi, 8-Gennaro Gattuso (18-Fabio Quagliarella 45'), 9-Vincenzo Iaquinta, 7-Simone Pepe, 10-Antonio Di Natale.

Senin, 21 Juni 2010

Kartu Merah Kaka

Share
Akibat terpancing emosi, Kaka mendapatkan dua kartu kuning, yang berarti sebuah kartu merah. Namun, Kaka dan Brasil mengklaim kartu merah itu tak seharusnya terjadi. Menurut Anda?

Minggu, 20 Juni 2010

Silva Optimis Brasil Menang

Share
Brasil akan menghadapi Pantai Gading pada pertandingan babak penyisihan Grup H. Meskipun laga akan berjalan sulit tapi Gilberto Silva yakin timnya mampu meraih tiga poin.

Laga antara Brasil versus Pantai Gading akan digelar Senin (21/6/2010) dinihari WIB di Soccer City Stadium, Johannesburg.

Pertandingan bisa dipastikan akan berjalan ketat karena kedua kubu sama-sama ngotot untuk mengejar kemenangan. Jika Brasil menang maka jalan akan memuluskan jalan Selecao ke babak berikutnya sedangkan Les Elephants juga butuh tiga angka untuk terus menghidupkan asa ke fase knock out.

"Kami pastinya akan menemui banyak kesulitan ketika melawan mereka. Mereka merupakan sebuah tim yang kuat, tapi kami sangat percaya diri bahwa kami akan mampu mengatasinya dan akan memenangi pertandingan," ucap gelandang bertahan Pananthinaikos itu yang dikutip AFP.

Didier Drogba yang diturunkan di babak kedua dalam laga sebelumnya kemungkinan akan menjadi starter. Silva menyerukan supaya pemain Chelsea diwaspadai.

"Kami tidak tahu apakah dia (Drogba) akan bermain atau tidak, meskipun dia akan masuk sebagai pemain pengganti tapi kita lihat saja," sambung pemain berusia 33 tahun tersebut.

"Tentu saja, kami menghormati dia ketika dia bermain melawan kami. Dia adalah pemain yang penting buat tim lawan. Dia adalah pemain yang wajib untuk diwaspadai," demikian Silva.

Jumat, 18 Juni 2010

Ada apa dengan Skuad inggris??

Share
Usai laga Inggris kontra Aljazair yang berakhir imbang tanpa gol. Untuk kedua kali beruntun Inggris gagal menuai nilai penuh di Grup C setelah ditahan Amerika Serikat 1-1 di partai pembuka. Timbul banyak pertanyaan.. Ada apa dengan inggris??

Sedangkan di balik kubu inggris, Pelatih Aljazair Rabah Saadane menilai timnya telah memperlihatkan potensi mereka dengan menahan tim Inggris. Sepanjang pertandingan, Aljazair bermain bertahan dan hanya menaruh seorang striker di depan. Namun Saadane mengaku puas skuadnya mampu memainkan taktiknya hingga dapat menahan Inggris di laga kedua grup C..

Pertandingan kemarin membuat posisi Inggris terancam, saat ini inggris berada di urutan ketiga sedangkan pimpinan klasmen saat ini adalah Slovenia yang kemarin bermain imbang dengan Amerika Serikat..

Gol Kontroversi Amerika Serikat

Share
Offside atau tidak?

Itulah yang ada di benak kita semua.. Hal tersebut dikarekan Gol terakhir yang dicetak oleh Maurice Edu tetapi dianulir oleh wasit Koman Coulibaly.. Menurut komentator RCTI, hal tersebut bukan offside, saya pun juga tidak melihat ada pelanggaran offside atau tidak.. Tapi saya salut kepada Tim Skuat Amerika Serikat, Donovan dkk dapat menyamakan kedudukan. Itu hal yang luar biasa.. Bravo USA!!!

Amerika Serikat berkobar di akhir

Share
Amerika Serikat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dari Slovenia. Gol terakhir AS itu dicetak melalui kaki Michael Bradley di menit 82.

Pertandingan babak penyisihan Grup C antara AS versus Slovenia digelar di Ellis Park Stadium, Jumat (18/6/2010) malam WIB.

AS tertinggal lebih dahulu di menit 13 lewat gol yang dibuat oleh Valter Birsa dan Zlatan Ljubijankic di menit 42 dan skor 2-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Landon Donovan berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 di menit 48. Setelah melakukan banyak tekanan, AS akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat Michael Bradley yang memperdaya kiper Samir Handanovic.

Tiga menit berselang, AS kembali membuat gol melalui Maurice Edu. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut karena si pemain berada di dalam posisi offside.

Susunan Pemain:

AS: Tim Howard, Oguchi Onyewu, Jay DeMerit, Carlos Bocanegra, Steve Cherundolo, Jose Torres (Maurice Edu 45'), Michael Bradley, Clint Dempsey, Landon Donovan, Jozy Altidore, Robbie Findley (Benny Feilhaber 45').

Slovenia: Samir Handanovic, Bostjan Cesar, Marko Suler, Bojan Jokic, Miso Brecko, Aleksandar Radosavljevic, Robert Koren, Andraz Kirm, Valter Birsa, Milivoje Novakovic, Zlatan Ljubijank

Hasil Pertandingan :

Group CEllis Park Stadium, Johannesburg
18:07June 18

FTSlovenia2 - 2United States


half-time(2 - 0)





referee :spectators :


Koman Coulibaly (Mali)45,573

match details :

13'V. Birsa [1 - 0]

35'B. Cesar


40'

R. Findley

42'Z. Ljubijankic [2 - 0]

48'
[2 - 1]L. Donovan

69'M. Suler


72'A. Kirm


75'B. Jokic


82'
[2 - 2]M. Bradley

statistics :

shots on target : 5 - 6

shots off target : 1 - 7

possession (%) : 49 - 51

corner kicks : 2 - 4

offsides : 3 - 1

fouls : 17 - 15

yellow cards : 4 - 1

red cards : 0 - 0

Jelang Inggris vs Aljazair

Share

Capello Cuma Mainkan yang Terbaik

Ada satu pertanyaan yang masih menghantui skuad Inggris: masihkah Fabio Capello mempercayakan gawang timnya kepada Robert Green? Pertanyaan ini kemudian mendapatkan jawabannya dari sang pelatih.

Posisi Green dipertanyakan setelah dirinya melakukan blunder kala melawan Amerika Serikat beberapa hari lalu. Akibat kelalaiannya menangkap bola, AS berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1--dan skor ini bertahan sampai laga usai.

Jika ada yang mendapat "berkah" dari kejadian tersebut tentunya adalah dua kiper Inggris lainnya; David James dan Joe Hart. Sebab, ada kemungkinan Capello tak mempercayai Green lagi dan menyerahkan pos di bawah mistar pada salah satu dari keduanya.

Toh sampai saat ini Capello belum mau memberitahu siapa yang akan diturunkannya sebagai kiper di laga melawan Slovenia, Sabtu (19/6/2010) dinihari WIB nanti.

"Ketika saya memilih starting eleven, itu bukan karena saya lebih menyukai satu pemain ketimbang pemain lainnya. Saya memilih pemain karena saya pikir, mereka yang terbaik," ucapnya di The Sun.

Capello sendiri menolak untuk menyalahkan Green seorang. Baginya, hasil imbang 1-1 kala melawan AS adalah tanggung jawab bersama tim secara keseluruhan.

"Semua pemain berbuat salah--penyerang, gelandang, bek. Jadi, saya harus memilih berdasarkan apa yang dimiliki pemain itu, bukan karena kesalahan mereka," tukasnya.

source :Jelang Inggris vs Aljazair

Kamis, 17 Juni 2010

Line Up Prancis vs Meksiko

Share
Tidak ada kejutan dalam line up skuad Prancis yang telah diumumkan guna menghadapi Meksiko. Pelatih Raymond Domenech tetap mengandalkan Nicolas Anelka di lini depannya.

Berikut ini susunan pemain yang akan bermain sejak menit pertama laga kedua tim di Peter Mokaba Stadium, Polokwane, Jumat dinihari (18/6/2010). Saat berita ini diturunkan kickoff akan dimulai sekitar setengah jam lagi:

Susunan Pemain :

Prancis : 1-Hugo Lloris; 2-Bacary Sagna, 3-Eric Abidal, 5-William Gallas, 13-Patrice Evra; 14-Jeremy Toulalan, 19-Abou Diaby; 15-Florent Malouda, 7-Franck Ribery, 10-Sidney Govou; 21-Nicolas Anelka.

Meksiko : 1-Oscar Perez; 16-Efrain Juarez, 4-Rafael Marquez, 2-Francisco Rodriguez, 3-Carlos Salcido, 6-Gerardo Torrado, 15-Hector Moreno, 5-Ricardo Osorio, 17-Giovani Dos Santos, 9-Guillermo Franco, 11-Carlos Vela.

Wasit : Khalil Al-Ghamdi (Saudi Arabia)

Higuain Hat-trick, Argentina menang besar

Share
Tiga gol Gonzalo Higuain membawa Argentina menghajar Korea Selatan 4-1. Hasil ini sekaligus membuat 'Tim Tango' nyaris pasti lolos dari Grup B.

Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Kamis (17/6/2010) malam WIB, Argentina tampil dominan atas Korsel. Empat gol yang mereka cetak, yang dihasilkan lewat trigol Higuain dan satu gol bunuh diri Park Chu-young, menjadi buktinya. Sedangkan satu-satunya gol balasan Korsel lahir dari Lee Chung-yong.

Berkat kemenangan ini, Argentina memimpin klasemen sementara Grup B dengan nilai enam. Hasil ini membuat pasukan arahan Diego Maradona ini hampir pasti lolos dari fase grup.

Jalannya pertandingan:

Argentina langsung menggebrak di awal pertandingan dengan serangan yang dimotori oleh Lionel Messi, Carlos Tevez dan Gonzalo Higuain. Di sisi kiri, Angel Di Maria ikut menyokong penyerangan ke jantung pertahanan Korsel.

Peluang tercipta di menit awal pertandingan. Tevez menyerang dari sisi sayap kiri gawang Korsel. Pemain Manchester City tersebut kemudian memberi operan akurat pada Di Maria yang langsung menendang bola ke arah gawang. Sayang masih melebar. Giliran Gonzalo Higuain di menit ke-7 yang menyepak dari sisi kanan gawang Jung Sung-ryong. Meski keras, bola masih melayang di atas mistar.

Gol! Di menit ke-15, Lionel Messi mengambil tendangan bebas dari sisi kiri gawang Korsel. Umpan lambung yang langsung ke kotak penalti tersebut kemudian mengenai kaki Park Chu-young. Bola pun akhirnya meluncur ke arah gawangnya sendiri.

Tevez! Tendangan kerasnya di menit ke 27 sempat mengancam gawang Korsel. Sayang, bola yang diperoleh lewat tendangan bebas tersebut belum bisa merobek jala Jung Sung-ryong.

Meski terus ditekan, Korsel bukan tanpa peluang. Di menit ke-28, Lee Chung-yong memperoleh kesempatan lewat umpan lambung dari sisi kanan. Namun, sundulannya masih jauh dari mistar gawang.

Gol kedua kemudian tercipta dari sundulan Higuain di menit ke-32. Memanfaatkan umpan lambung dari Messi di sisi kiri, penyerang Real Madrid tersebut berhasil mengarahkan bola ke gawang setelah sempat memantul pemain belakang Korsel.

Hujan serangan dari Argentina seolah tak berhenti. Delapan menit kemudian, Higuain menendang ke arah gawang namun berhasil ditepis oleh kiper Jung Sung-ryong. Bola kemudian memantul ke arah De Maria. Sontak, pemain nomor 7 itu langsung melepaskan sepakan kaki kanan yang keras. Tapi, lagi-lagi berhasil diselamatkan oleh kiper.

Menjelang turun minum, Messi melakukan solo run dari tengah lapangan. Berhasil mengecoh 4 pemain Korsel, akhirnya bintang Barcelona tersebut melepaskan tendangan namun masih melambung.

Terlalu asyik menyerang, Argentina lengah di lini belakang. Tim asal Amerika Selatan tersebut kebobolan akibat bola yang dikuasai oleh Martin Demichelis berhasil direbut Lee Chung-yong. Si Jabulani pun kemudian diceploskan dengan mudah ke gawang Sergio Romero. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1.

Pasukan Diego Maradona terus melancarkan serangan di babak kedua. Kerjasama apik Tevez dan Di Maria di depan gawang, diselesaikan kemudian oleh tendangan Higuain. Bola yang mengarah ke gawang, berhasil ditepis kiper Jung Sung-ryong dengan baik.

Yeom Ki-Hun seharusnya bisa mencetak gol di menit 57' saat menyerang dari sisi kiri Argentina. Tinggal berhadapan dengan Romero, dia pun melepaskan tendangan keras. Sayang masih melebar di sisi kanan.

Korsel mulai memberikan perlawanan. Beberapa serangan yang dimotori Park Ji Sung mulai merepotkan pertahanan Argentina. Pemain pengganti, Kim Nam II melepaskan tembakan keras di luar kotak penalti di menit ke-71. Tapi skor tetap tak berubah karena bola melebar ke sisi gawang Romero.

Heinze diberi kartu kuning langsung di menit ke-73 oleh wasit karena menahan bola dengan tangannya. Di menit ke-74, Tevez digantikan oleh Sergio Aguero.

Tim Tango kembali menambah pundi-pundi gol lewat Higuain di menit ke-76. Messi melakukan dribbling dari sisi kiri gawang Korsel. Tendangan kaki kirinya berhasil ditepis kiper Jung Sung-ryong. Penyelamatan yang kurang sempurna membuat bola memantul balik ke arah Messi. Tanpa pikir panjang, bola kembali ditendang namun mengenai tiang gawa. Untungnya, pantulan bola mengarah ke Higuain yang langsung mengeksekusinya dengan dingin.

Higuain akhirnya mencetak Hattrick yang pertama sejak ajang Piala Dunia tahun 2002. Di menit ke-79, ia berhasil menyundul bola yang berasal dari umpan pemain pengganti Tevez,� Sergio Aguero.

Menjelang berakhirnya laga, Aguero melakukan serangan dari sisi kanan Korsel. Menantu Maradona tersebut akhirnya menendang bola dengan keras namun masih melayang di sisi kiri gawang.

Laga ditutup dengan skor 4-1.

Susunan Pemain:

Argentina: 22-Sergio Romero; 2-Martin Demichelis, 13-Walter Samuel (Burdisso 23'), 6-Gabriel Heinze, 17-Jonas Gutierrez; 14-Javier Mascherano, 20-Maxi Rodriguez, 7-Angel Di Maria; 10-Lionel Messi, 11-Carlos Tevez (Aguero 77'), 9-Gonzalo Higuain.

Korea Selatan: 18-Jung Sung-ryong; 2-Oh Beom-seok, 12-Lee Young-pyo, 4-Cho Yong-hyung, 14-Lee Jung-soo, 8-Kim Jung-woo, 16-Ki Sung-yong (Kim Nam II 46'), 7-Park Ji-sung, 17-Lee Chung-yong, 10-Park Chu-young, 19-Yeom Ki-hun

Rabu, 16 Juni 2010

Spanyol ditumbangkan Swiss

Share
Kejutan terjadi di Grup H. Juara Eropa 2008 sekaligus favorit jawara Piala Dunia 2010, Spanyol ditaklukkan oleh Swiss dengan skor 0-1.

Laga antara dua negara Eropa ini digelar di Moses Mabhida Stadium, Durban, Rabu (16/6/2010) malam WIB. Dalam laga ini La Furia Roja tampil lebih mendominasi pertandingan.

Namun mereka akhirnya harus takluk 0-1 akibat gol tunggal Fernandes di awal babak kedua.

Jalannya Pertandingan

Spanyol langsung mendominasi dengan dimotori gelandang Xavi Hernandez, Xabi Alonso dan Andres Iniesta. Sementara itu Sergio Ramos menyokong dari posisi sayap kanan.

Peluang pertama Spanyol dihadirkan David Silva di menit ke-16. Pemain Valencia ini melepas tembakan dari dalam kotak penalti yang masih bisa diamankan kiper Diego Benaglio. Lima menit berselang tendangan Andres Iniesta tepat di tangkapan Benaglio.

Pique! Menerima umpan terobosan, bek tengah Barcelona yang berdiri di kotak penalti ini melepas tembakan datar yang masih bisa ditangkal Benaglio.

Swiss memiliki kans di menit ke-25. Namun sepakan bebas Retro Ziegler masih bisa diamankan Iker Casillas.

Dominasi Spanyol berlanjut. Menit ke-35, umpan silang Joan Capdevila dari sayap kiri diterima David Villa. Namun tandukan pemain milik Barcelona ini tidak mengarah ke sasaran.

Di lima menit terakhir babak pertama La Furia Roja memiliki dua kans. Sepakan Andres Iniesta masih melayang di atas gawang Swiss. Selanjutnya giliran Villa yang sukses melewati penjagaan para pemain belakang Swiss. Namun eksekusi El Guaje tidak tepat menuju sasaran.

Situasi serupa terjadi di babak kedua di mana juara Eropa 2008 kembali mendominasi dengan mengandalkan serbuan Iniesta dari sisi kiri.

Menit ke-47 sepakan Xabi Alonso masih membentur Stephane Grichting dan berbuah sepak pojok.

Di tengah dominasi Spanyol, Swiss berhasil mencuri peluang dan membuka skor melalui Galson Fernandes di menit ke-51.

Gol ini berawal dari serbuan Eren Derdiyok. Iker Casillas berhasil menghentikan gerakan Derdiyok. Namun bola liar jatuh ke Gelson Fernandes yang selanjutnya berhasil mengkonversi peluang itu menjadi sebuah gol.

Dalam terjadinya proses gol ini, bek Spanyol Gerrard Pique mengalami luka pada wajah akibat tersambar kaki Derdiyok.

Tertinggal 0-1 membuat Spanyol semakin intens. Menit ke-57 sepakan Villa dari luar kotak penalti masih bisa ditangkap oleh Benaglio. Dua menit setelahnya, tandukan Sergio Ramos dari situasi sepak pojok masih tipis di atas gawang Schweitz Nati.

Benaglio! Kiper Swiss ini berhasil menggagalkan tusukan David Villa ketika laga memasuki satu jam.

Guna menambah daya dobrak, Vincente Del Bosque memasukkan Fernando Torres dan Jesus Navas.

Iniesta! Sial bagi gelandang Barcelona ini. Tendangannya di menit ke-62 masih menyamping dari gawang lawan.

Menit ke-57, Torres memliki kans bagus. Menerima umpan dari David Villa, striker Liverpool itu selanjutnya melakukan gerakan memutar guna mengelabui Grichting. Namun eksekusi El Nino juga masih belum berhasil menghasilkan angka.�

Xabi Alonso! Sepakan kerasnya di menit ke-69 menghujam ke arah gawang tanpa mampu dijangkau Benaglio. Namun mistar menggagalkan usaha La Furia Roja mencetak gol penyama.

Swiss kembali mencuri peluang di menit ke-74. Benaglio berhasil melewati penjagaan Gerrard Pique dan Carles Puyol, lalu melepas sontekan yang gagal dijangkau Casillas. Namun tiang gawang menyelamatkan La Furia Roja dari kebobolan untuk yang kedua kalinya.

Usaha Spanyol kembali kandas. 12 menit menuju bubaran, tendangan Jesus Navas melenceng tipis dari tiang sebelah kanan gawang Swiss.

Sembilan menit menuju bubaran Tranquillo Barneta melepas tembakan yang masih melintas di atas gawang Casillas.�

Di sisa waktu, Spanyol terus menyerang yang dimotori oleh tusukan-tusukan Jesus Navas dari sayap kanan. Namun gol yang dinanti tak kunjung tiba hingga pertandingan ditutup.

Susunan Pemain

Spanyol: 1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 11-Joan Capdevila; 21-David Silva (22-Jesus Navas 61'), 14-Xabi Alonso, 8-Xavi, 16-Sergio Busquets (9-Fernando Torres 61'), 6-Andres Iniesta (18-Pedro 77'), 7-David Villa

Swiss: 1-Diego Benaglio; 13-Stephane Grichting, 2-Stephan Lichtsteiner, 4-Philippe Senderos (5-Steve Von Bergen 35'), 17-Reto Ziegler; 7-Tranquillo Barnetta (22-Mario Eggimann 90'), 8-Gokhan Inler, 6-Benjamin Huggel, 16-Gelson Fernandes; 19-Eren Derdiyok (15-Hakan Yakin 78'), 10-Blaise Nkufo..

source :Spayol ditumbangkan Swiss