Usai laga Inggris kontra Aljazair yang berakhir imbang tanpa gol. Untuk kedua kali beruntun Inggris gagal menuai nilai penuh di Grup C setelah ditahan Amerika Serikat 1-1 di partai pembuka. Timbul banyak pertanyaan.. Ada apa dengan inggris??
Sedangkan di balik kubu inggris, Pelatih Aljazair Rabah Saadane menilai timnya telah memperlihatkan potensi mereka dengan menahan tim Inggris. Sepanjang pertandingan, Aljazair bermain bertahan dan hanya menaruh seorang striker di depan. Namun Saadane mengaku puas skuadnya mampu memainkan taktiknya hingga dapat menahan Inggris di laga kedua grup C..
Pertandingan kemarin membuat posisi Inggris terancam, saat ini inggris berada di urutan ketiga sedangkan pimpinan klasmen saat ini adalah Slovenia yang kemarin bermain imbang dengan Amerika Serikat..
Jumat, 18 Juni 2010
Gol Kontroversi Amerika Serikat
Share
Offside atau tidak?
Itulah yang ada di benak kita semua.. Hal tersebut dikarekan Gol terakhir yang dicetak oleh Maurice Edu tetapi dianulir oleh wasit Koman Coulibaly.. Menurut komentator RCTI, hal tersebut bukan offside, saya pun juga tidak melihat ada pelanggaran offside atau tidak.. Tapi saya salut kepada Tim Skuat Amerika Serikat, Donovan dkk dapat menyamakan kedudukan. Itu hal yang luar biasa.. Bravo USA!!!
Itulah yang ada di benak kita semua.. Hal tersebut dikarekan Gol terakhir yang dicetak oleh Maurice Edu tetapi dianulir oleh wasit Koman Coulibaly.. Menurut komentator RCTI, hal tersebut bukan offside, saya pun juga tidak melihat ada pelanggaran offside atau tidak.. Tapi saya salut kepada Tim Skuat Amerika Serikat, Donovan dkk dapat menyamakan kedudukan. Itu hal yang luar biasa.. Bravo USA!!!
Label:
Piala Dunia 2010
Amerika Serikat berkobar di akhir
Share
Amerika Serikat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dari Slovenia. Gol terakhir AS itu dicetak melalui kaki Michael Bradley di menit 82.
Pertandingan babak penyisihan Grup C antara AS versus Slovenia digelar di Ellis Park Stadium, Jumat (18/6/2010) malam WIB.
AS tertinggal lebih dahulu di menit 13 lewat gol yang dibuat oleh Valter Birsa dan Zlatan Ljubijankic di menit 42 dan skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Landon Donovan berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 di menit 48. Setelah melakukan banyak tekanan, AS akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat Michael Bradley yang memperdaya kiper Samir Handanovic.
Tiga menit berselang, AS kembali membuat gol melalui Maurice Edu. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut karena si pemain berada di dalam posisi offside.
Susunan Pemain:
AS: Tim Howard, Oguchi Onyewu, Jay DeMerit, Carlos Bocanegra, Steve Cherundolo, Jose Torres (Maurice Edu 45'), Michael Bradley, Clint Dempsey, Landon Donovan, Jozy Altidore, Robbie Findley (Benny Feilhaber 45').
Slovenia: Samir Handanovic, Bostjan Cesar, Marko Suler, Bojan Jokic, Miso Brecko, Aleksandar Radosavljevic, Robert Koren, Andraz Kirm, Valter Birsa, Milivoje Novakovic, Zlatan Ljubijank
Hasil Pertandingan :
Pertandingan babak penyisihan Grup C antara AS versus Slovenia digelar di Ellis Park Stadium, Jumat (18/6/2010) malam WIB.
AS tertinggal lebih dahulu di menit 13 lewat gol yang dibuat oleh Valter Birsa dan Zlatan Ljubijankic di menit 42 dan skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Landon Donovan berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 di menit 48. Setelah melakukan banyak tekanan, AS akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat Michael Bradley yang memperdaya kiper Samir Handanovic.
Tiga menit berselang, AS kembali membuat gol melalui Maurice Edu. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut karena si pemain berada di dalam posisi offside.
Susunan Pemain:
AS: Tim Howard, Oguchi Onyewu, Jay DeMerit, Carlos Bocanegra, Steve Cherundolo, Jose Torres (Maurice Edu 45'), Michael Bradley, Clint Dempsey, Landon Donovan, Jozy Altidore, Robbie Findley (Benny Feilhaber 45').
Slovenia: Samir Handanovic, Bostjan Cesar, Marko Suler, Bojan Jokic, Miso Brecko, Aleksandar Radosavljevic, Robert Koren, Andraz Kirm, Valter Birsa, Milivoje Novakovic, Zlatan Ljubijank
Hasil Pertandingan :
| |||||
| 18:07 | June 18 | ||||
| FT | Slovenia | 2 - 2 | United States | ||
| half-time | (2 - 0) | ||||
| referee : | spectators : | ||||
| Koman Coulibaly (Mali) | 45,573 | ||||
| match details : | |||||
| 13' | V. Birsa | [1 - 0] | |||
| 35' | B. Cesar | ||||
| 40' | R. Findley | ||||
| 42' | Z. Ljubijankic | [2 - 0] | |||
| 48' | [2 - 1] | L. Donovan | |||
| 69' | M. Suler | ||||
| 72' | A. Kirm | ||||
| 75' | B. Jokic | ||||
| 82' | [2 - 2] | M. Bradley | |||
| statistics : | |||||
| shots on target : | 5 - 6 | ||||
| shots off target : | 1 - 7 | ||||
| possession (%) : | 49 - 51 | ||||
| corner kicks : | 2 - 4 | ||||
| offsides : | 3 - 1 | ||||
| fouls : | 17 - 15 | ||||
| yellow cards : | 4 - 1 | ||||
| red cards : | 0 - 0 | ||||
Label:
Piala Dunia 2010
Klose Diusir, Serbia Tekuk Jerman 1-0
Share
Serbia menghidupkan peluangnya untuk lolos dari Grup D setelah di pertandingan kedua menekuk Jerman 1-0. Dalam satu jam terakhir, Jerman dipaksa bermain dengan 10 orang.
Bermain di Stadion Nelson Mandela Bay, Nelspruit, Jumat (18/6/2010), Serbia unggul berkat gol yang dicetak lewat tendangan Milan Jovanovic di menit 38, dua menit setelah Jerman berkurang satu pemain.
Pemain Jerman yang diusir wasit adalah Miroslav Klose. Striker Bayern Muenchen itu mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Dejan Stankovic di menit 36. Padahal di menit 12, ia sudah mendapatkan kartu kuning juga.
Hasil ini membuat Jerman dan Serbia sama-sama mengumpulkan tiga angka hasil dari satu kemenangan dan satu kekalahan. Kans keduanya untuk lolos ke babak kedua masih terbuka.
Di laga terakhir nanti, Jerman akan menghadapi Ghana, sementara Serbia bakal meladeni Australia.
Jalannya pertandingan
Jerman mencoba mengambil kendali permainan sejak awal. Menit keempat, Mesut Oezil mengirim umpan kepada Sami Khedira. Umpan yang apik, tetapi sepakan voli Khedira masih belum menemui sasaran.
Masih tetap menguasai lapangan, Jerman kembali memetik peluang di menit ketujuh. Kali ini, umpan silang Thomas Mueller disundul Nemanja Vidic dan jatuh di depan kaki Klose, tapi sepakannya menyamping.
Serbia mencoba mencuri kesempatan di menit ke-13. Bola silang dari Dejan Stankovic mengarah kepada Milos Ninkovic, tapi tendangan Ninkovic menyamping dan belum mengubah keadaan.
Sebuah eksekusi tendangan bebas mengancam gawang Jerman di menit 32. Kali ini, eksekusi Alexander Kolarov tidak menemui sasaran karena melebar di kiri gawang Jerman.
Jerman kehilangan satu pemain di menit 36. Klose, yang sudah mendapat kartu kuning di menit 12, mendapat kartu kuning kedua karena melanggar Dejan Stankovic. Jerman pun harus bermain dengan 10 orang.
Cuma berselang dua menit, Serbia memetik untung dari kelebihan jumlah pemain itu ketika sontekan Jovanovic menembus gawang Jerman yang dikawal oleh Manuel Neuer.
Gol ini bermula dari umpan silang Milos Krasic ditanduk oleh Nicola Zigic ke arah Jovanovic yang dengan jitu menendang bola ke gawang Neuer dari jarak tiga meter. Gol, Serbia 1, Jerman 0.
Di menit terakhir babak pertama, Jerman hampir saja menyamakan kedudukan ketika tendangan keras Sami Khedira menghantam tiang gawang Serbia. Skor 1-0 pun bertahan sampai turun minum.
Tujuh menit babak kedua dimulai, Jerman kembali memetik peluang. Kali ini umpan Mueller dari kanan disambar oleh Bastian Schweinsteiger dari luar kotak penalti, tapi bisa ditahan oleh kiper Stojkovic.
Semenit berselang, Jerman lagi-lagi mengancam. Dari umpan terobosan Oezil, Podolski menerobos pertahanan Serbia dan menembak, tapi gagal jadi gol karena bola menyamping.
Menit 59, Jerman dihadiahi penalti karena Vidic menyentuh bola dengan tangannya di kotak penalti. Namun eksekusi Podolski gagal jadi gol karena ditahan dengan sempurna oleh Stojkovic.
Tujuh menit kemudian, Serbia hampir saja menambah keunggulannya. Dari umpan Krasic dari sayap kanan, Jovanovic menendang. Gol? Tidak, akrena bola membentur tiang gawang Jerman!
Di menit 70, Jerman mencoba menambah daya gedornya dengan memasukkan dua striker sekaligus, Geronimo Cacau dan Marko Marin untuk menggantikan Per Mertesacker dan Oezil.
Serbia yang unggul jumlah pemain sedikit tertekan tapi masih mencoba menyerang lewat counter attack. Menit 73, umpan lambung Krasic ditanduk Zigic, tapi menyerempet mistar gawang Neuer.
Sembilan menit menjelang akhir pertandingan, Zigic menyodorkan bola ke arah Gojko Kacar, tapi sepakan pemain yang bermain di Hertha Berlin itu melambung tinggi.
Di sisa waktu yang ada, Jerman terus mencoba menyerang untuk menyamakan kedudukan. Namun Serbia sudah sangat tenang dan tangguh sehingga keunggulan 1-0 mereka bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Berikut Hasilnya :
Bermain di Stadion Nelson Mandela Bay, Nelspruit, Jumat (18/6/2010), Serbia unggul berkat gol yang dicetak lewat tendangan Milan Jovanovic di menit 38, dua menit setelah Jerman berkurang satu pemain.
Pemain Jerman yang diusir wasit adalah Miroslav Klose. Striker Bayern Muenchen itu mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Dejan Stankovic di menit 36. Padahal di menit 12, ia sudah mendapatkan kartu kuning juga.
Hasil ini membuat Jerman dan Serbia sama-sama mengumpulkan tiga angka hasil dari satu kemenangan dan satu kekalahan. Kans keduanya untuk lolos ke babak kedua masih terbuka.
Di laga terakhir nanti, Jerman akan menghadapi Ghana, sementara Serbia bakal meladeni Australia.
Jalannya pertandingan
Jerman mencoba mengambil kendali permainan sejak awal. Menit keempat, Mesut Oezil mengirim umpan kepada Sami Khedira. Umpan yang apik, tetapi sepakan voli Khedira masih belum menemui sasaran.
Masih tetap menguasai lapangan, Jerman kembali memetik peluang di menit ketujuh. Kali ini, umpan silang Thomas Mueller disundul Nemanja Vidic dan jatuh di depan kaki Klose, tapi sepakannya menyamping.
Serbia mencoba mencuri kesempatan di menit ke-13. Bola silang dari Dejan Stankovic mengarah kepada Milos Ninkovic, tapi tendangan Ninkovic menyamping dan belum mengubah keadaan.
Sebuah eksekusi tendangan bebas mengancam gawang Jerman di menit 32. Kali ini, eksekusi Alexander Kolarov tidak menemui sasaran karena melebar di kiri gawang Jerman.
Jerman kehilangan satu pemain di menit 36. Klose, yang sudah mendapat kartu kuning di menit 12, mendapat kartu kuning kedua karena melanggar Dejan Stankovic. Jerman pun harus bermain dengan 10 orang.
Cuma berselang dua menit, Serbia memetik untung dari kelebihan jumlah pemain itu ketika sontekan Jovanovic menembus gawang Jerman yang dikawal oleh Manuel Neuer.
Gol ini bermula dari umpan silang Milos Krasic ditanduk oleh Nicola Zigic ke arah Jovanovic yang dengan jitu menendang bola ke gawang Neuer dari jarak tiga meter. Gol, Serbia 1, Jerman 0.
Di menit terakhir babak pertama, Jerman hampir saja menyamakan kedudukan ketika tendangan keras Sami Khedira menghantam tiang gawang Serbia. Skor 1-0 pun bertahan sampai turun minum.
Tujuh menit babak kedua dimulai, Jerman kembali memetik peluang. Kali ini umpan Mueller dari kanan disambar oleh Bastian Schweinsteiger dari luar kotak penalti, tapi bisa ditahan oleh kiper Stojkovic.
Semenit berselang, Jerman lagi-lagi mengancam. Dari umpan terobosan Oezil, Podolski menerobos pertahanan Serbia dan menembak, tapi gagal jadi gol karena bola menyamping.
Menit 59, Jerman dihadiahi penalti karena Vidic menyentuh bola dengan tangannya di kotak penalti. Namun eksekusi Podolski gagal jadi gol karena ditahan dengan sempurna oleh Stojkovic.
Tujuh menit kemudian, Serbia hampir saja menambah keunggulannya. Dari umpan Krasic dari sayap kanan, Jovanovic menendang. Gol? Tidak, akrena bola membentur tiang gawang Jerman!
Di menit 70, Jerman mencoba menambah daya gedornya dengan memasukkan dua striker sekaligus, Geronimo Cacau dan Marko Marin untuk menggantikan Per Mertesacker dan Oezil.
Serbia yang unggul jumlah pemain sedikit tertekan tapi masih mencoba menyerang lewat counter attack. Menit 73, umpan lambung Krasic ditanduk Zigic, tapi menyerempet mistar gawang Neuer.
Sembilan menit menjelang akhir pertandingan, Zigic menyodorkan bola ke arah Gojko Kacar, tapi sepakan pemain yang bermain di Hertha Berlin itu melambung tinggi.
Di sisa waktu yang ada, Jerman terus mencoba menyerang untuk menyamakan kedudukan. Namun Serbia sudah sangat tenang dan tangguh sehingga keunggulan 1-0 mereka bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Berikut Hasilnya :
| |||||
| 15:53 | June 18 | ||||
| FT | Germany | 0 - 1 | Serbia | ||
| half-time | (0 - 1) | ||||
| referee : | spectators : | ||||
| Alberto Undiano Mallenco (Spain) | 38,294 | ||||
| match details : | |||||
| 12' | M. Klose | ||||
| 18' | B. Ivanovic | ||||
| 19' | A. Kolarov | ||||
| 22' | S. Khedira | ||||
| 33' | P. Lahm | ||||
| 37' | M. Klose | ||||
| 38' | [0 - 1] | M. Jovanovic | |||
| 57' | N. Subotic | ||||
| 60' | L. Podolski (pen.) | N. Vidic | |||
| 73' | B. Schweinsteiger | ||||
| statistics : | |||||
| shots on target : | 3 - 2 | ||||
| shots off target : | 9 - 8 | ||||
| possession (%) : | 51 - 49 | ||||
| corner kicks : | 7 - 1 | ||||
| offsides : | 3 - 4 | ||||
| fouls : | 19 - 10 | ||||
| yellow cards : | 4 - 4 | ||||
| red cards : | 1 - 0 | ||||
Jelang Inggris vs Aljazair
ShareCapello Cuma Mainkan yang Terbaik
Ada satu pertanyaan yang masih menghantui skuad Inggris: masihkah Fabio Capello mempercayakan gawang timnya kepada Robert Green? Pertanyaan ini kemudian mendapatkan jawabannya dari sang pelatih.Posisi Green dipertanyakan setelah dirinya melakukan blunder kala melawan Amerika Serikat beberapa hari lalu. Akibat kelalaiannya menangkap bola, AS berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1--dan skor ini bertahan sampai laga usai.
Jika ada yang mendapat "berkah" dari kejadian tersebut tentunya adalah dua kiper Inggris lainnya; David James dan Joe Hart. Sebab, ada kemungkinan Capello tak mempercayai Green lagi dan menyerahkan pos di bawah mistar pada salah satu dari keduanya.
Toh sampai saat ini Capello belum mau memberitahu siapa yang akan diturunkannya sebagai kiper di laga melawan Slovenia, Sabtu (19/6/2010) dinihari WIB nanti.
"Ketika saya memilih starting eleven, itu bukan karena saya lebih menyukai satu pemain ketimbang pemain lainnya. Saya memilih pemain karena saya pikir, mereka yang terbaik," ucapnya di The Sun.
Capello sendiri menolak untuk menyalahkan Green seorang. Baginya, hasil imbang 1-1 kala melawan AS adalah tanggung jawab bersama tim secara keseluruhan.
"Semua pemain berbuat salah--penyerang, gelandang, bek. Jadi, saya harus memilih berdasarkan apa yang dimiliki pemain itu, bukan karena kesalahan mereka," tukasnya.
source :Jelang Inggris vs Aljazair
Label:
Piala Dunia 2010
Kamis, 17 Juni 2010
Line Up Prancis vs Meksiko
Share
Tidak ada kejutan dalam line up skuad Prancis yang telah diumumkan guna menghadapi Meksiko. Pelatih Raymond Domenech tetap mengandalkan Nicolas Anelka di lini depannya.
Berikut ini susunan pemain yang akan bermain sejak menit pertama laga kedua tim di Peter Mokaba Stadium, Polokwane, Jumat dinihari (18/6/2010). Saat berita ini diturunkan kickoff akan dimulai sekitar setengah jam lagi:
Susunan Pemain :
Prancis : 1-Hugo Lloris; 2-Bacary Sagna, 3-Eric Abidal, 5-William Gallas, 13-Patrice Evra; 14-Jeremy Toulalan, 19-Abou Diaby; 15-Florent Malouda, 7-Franck Ribery, 10-Sidney Govou; 21-Nicolas Anelka.
Meksiko : 1-Oscar Perez; 16-Efrain Juarez, 4-Rafael Marquez, 2-Francisco Rodriguez, 3-Carlos Salcido, 6-Gerardo Torrado, 15-Hector Moreno, 5-Ricardo Osorio, 17-Giovani Dos Santos, 9-Guillermo Franco, 11-Carlos Vela.
Wasit : Khalil Al-Ghamdi (Saudi Arabia)
Berikut ini susunan pemain yang akan bermain sejak menit pertama laga kedua tim di Peter Mokaba Stadium, Polokwane, Jumat dinihari (18/6/2010). Saat berita ini diturunkan kickoff akan dimulai sekitar setengah jam lagi:
Susunan Pemain :
Prancis : 1-Hugo Lloris; 2-Bacary Sagna, 3-Eric Abidal, 5-William Gallas, 13-Patrice Evra; 14-Jeremy Toulalan, 19-Abou Diaby; 15-Florent Malouda, 7-Franck Ribery, 10-Sidney Govou; 21-Nicolas Anelka.
Meksiko : 1-Oscar Perez; 16-Efrain Juarez, 4-Rafael Marquez, 2-Francisco Rodriguez, 3-Carlos Salcido, 6-Gerardo Torrado, 15-Hector Moreno, 5-Ricardo Osorio, 17-Giovani Dos Santos, 9-Guillermo Franco, 11-Carlos Vela.
Wasit : Khalil Al-Ghamdi (Saudi Arabia)
Label:
Piala Dunia 2010
Higuain Hat-trick, Argentina menang besar
Share
Tiga gol Gonzalo Higuain membawa Argentina menghajar Korea Selatan 4-1. Hasil ini sekaligus membuat 'Tim Tango' nyaris pasti lolos dari Grup B.
Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Kamis (17/6/2010) malam WIB, Argentina tampil dominan atas Korsel. Empat gol yang mereka cetak, yang dihasilkan lewat trigol Higuain dan satu gol bunuh diri Park Chu-young, menjadi buktinya. Sedangkan satu-satunya gol balasan Korsel lahir dari Lee Chung-yong.
Berkat kemenangan ini, Argentina memimpin klasemen sementara Grup B dengan nilai enam. Hasil ini membuat pasukan arahan Diego Maradona ini hampir pasti lolos dari fase grup.
Jalannya pertandingan:
Argentina langsung menggebrak di awal pertandingan dengan serangan yang dimotori oleh Lionel Messi, Carlos Tevez dan Gonzalo Higuain. Di sisi kiri, Angel Di Maria ikut menyokong penyerangan ke jantung pertahanan Korsel.
Peluang tercipta di menit awal pertandingan. Tevez menyerang dari sisi sayap kiri gawang Korsel. Pemain Manchester City tersebut kemudian memberi operan akurat pada Di Maria yang langsung menendang bola ke arah gawang. Sayang masih melebar. Giliran Gonzalo Higuain di menit ke-7 yang menyepak dari sisi kanan gawang Jung Sung-ryong. Meski keras, bola masih melayang di atas mistar.
Gol! Di menit ke-15, Lionel Messi mengambil tendangan bebas dari sisi kiri gawang Korsel. Umpan lambung yang langsung ke kotak penalti tersebut kemudian mengenai kaki Park Chu-young. Bola pun akhirnya meluncur ke arah gawangnya sendiri.
Tevez! Tendangan kerasnya di menit ke 27 sempat mengancam gawang Korsel. Sayang, bola yang diperoleh lewat tendangan bebas tersebut belum bisa merobek jala Jung Sung-ryong.
Meski terus ditekan, Korsel bukan tanpa peluang. Di menit ke-28, Lee Chung-yong memperoleh kesempatan lewat umpan lambung dari sisi kanan. Namun, sundulannya masih jauh dari mistar gawang.
Gol kedua kemudian tercipta dari sundulan Higuain di menit ke-32. Memanfaatkan umpan lambung dari Messi di sisi kiri, penyerang Real Madrid tersebut berhasil mengarahkan bola ke gawang setelah sempat memantul pemain belakang Korsel.
Hujan serangan dari Argentina seolah tak berhenti. Delapan menit kemudian, Higuain menendang ke arah gawang namun berhasil ditepis oleh kiper Jung Sung-ryong. Bola kemudian memantul ke arah De Maria. Sontak, pemain nomor 7 itu langsung melepaskan sepakan kaki kanan yang keras. Tapi, lagi-lagi berhasil diselamatkan oleh kiper.
Menjelang turun minum, Messi melakukan solo run dari tengah lapangan. Berhasil mengecoh 4 pemain Korsel, akhirnya bintang Barcelona tersebut melepaskan tendangan namun masih melambung.
Terlalu asyik menyerang, Argentina lengah di lini belakang. Tim asal Amerika Selatan tersebut kebobolan akibat bola yang dikuasai oleh Martin Demichelis berhasil direbut Lee Chung-yong. Si Jabulani pun kemudian diceploskan dengan mudah ke gawang Sergio Romero. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1.
Pasukan Diego Maradona terus melancarkan serangan di babak kedua. Kerjasama apik Tevez dan Di Maria di depan gawang, diselesaikan kemudian oleh tendangan Higuain. Bola yang mengarah ke gawang, berhasil ditepis kiper Jung Sung-ryong dengan baik.
Yeom Ki-Hun seharusnya bisa mencetak gol di menit 57' saat menyerang dari sisi kiri Argentina. Tinggal berhadapan dengan Romero, dia pun melepaskan tendangan keras. Sayang masih melebar di sisi kanan.
Korsel mulai memberikan perlawanan. Beberapa serangan yang dimotori Park Ji Sung mulai merepotkan pertahanan Argentina. Pemain pengganti, Kim Nam II melepaskan tembakan keras di luar kotak penalti di menit ke-71. Tapi skor tetap tak berubah karena bola melebar ke sisi gawang Romero.
Heinze diberi kartu kuning langsung di menit ke-73 oleh wasit karena menahan bola dengan tangannya. Di menit ke-74, Tevez digantikan oleh Sergio Aguero.
Tim Tango kembali menambah pundi-pundi gol lewat Higuain di menit ke-76. Messi melakukan dribbling dari sisi kiri gawang Korsel. Tendangan kaki kirinya berhasil ditepis kiper Jung Sung-ryong. Penyelamatan yang kurang sempurna membuat bola memantul balik ke arah Messi. Tanpa pikir panjang, bola kembali ditendang namun mengenai tiang gawa. Untungnya, pantulan bola mengarah ke Higuain yang langsung mengeksekusinya dengan dingin.
Higuain akhirnya mencetak Hattrick yang pertama sejak ajang Piala Dunia tahun 2002. Di menit ke-79, ia berhasil menyundul bola yang berasal dari umpan pemain pengganti Tevez,� Sergio Aguero.
Menjelang berakhirnya laga, Aguero melakukan serangan dari sisi kanan Korsel. Menantu Maradona tersebut akhirnya menendang bola dengan keras namun masih melayang di sisi kiri gawang.
Laga ditutup dengan skor 4-1.
Susunan Pemain:
Argentina: 22-Sergio Romero; 2-Martin Demichelis, 13-Walter Samuel (Burdisso 23'), 6-Gabriel Heinze, 17-Jonas Gutierrez; 14-Javier Mascherano, 20-Maxi Rodriguez, 7-Angel Di Maria; 10-Lionel Messi, 11-Carlos Tevez (Aguero 77'), 9-Gonzalo Higuain.
Korea Selatan: 18-Jung Sung-ryong; 2-Oh Beom-seok, 12-Lee Young-pyo, 4-Cho Yong-hyung, 14-Lee Jung-soo, 8-Kim Jung-woo, 16-Ki Sung-yong (Kim Nam II 46'), 7-Park Ji-sung, 17-Lee Chung-yong, 10-Park Chu-young, 19-Yeom Ki-hun
Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Kamis (17/6/2010) malam WIB, Argentina tampil dominan atas Korsel. Empat gol yang mereka cetak, yang dihasilkan lewat trigol Higuain dan satu gol bunuh diri Park Chu-young, menjadi buktinya. Sedangkan satu-satunya gol balasan Korsel lahir dari Lee Chung-yong.
Berkat kemenangan ini, Argentina memimpin klasemen sementara Grup B dengan nilai enam. Hasil ini membuat pasukan arahan Diego Maradona ini hampir pasti lolos dari fase grup.
Jalannya pertandingan:
Argentina langsung menggebrak di awal pertandingan dengan serangan yang dimotori oleh Lionel Messi, Carlos Tevez dan Gonzalo Higuain. Di sisi kiri, Angel Di Maria ikut menyokong penyerangan ke jantung pertahanan Korsel.
Peluang tercipta di menit awal pertandingan. Tevez menyerang dari sisi sayap kiri gawang Korsel. Pemain Manchester City tersebut kemudian memberi operan akurat pada Di Maria yang langsung menendang bola ke arah gawang. Sayang masih melebar. Giliran Gonzalo Higuain di menit ke-7 yang menyepak dari sisi kanan gawang Jung Sung-ryong. Meski keras, bola masih melayang di atas mistar.
Gol! Di menit ke-15, Lionel Messi mengambil tendangan bebas dari sisi kiri gawang Korsel. Umpan lambung yang langsung ke kotak penalti tersebut kemudian mengenai kaki Park Chu-young. Bola pun akhirnya meluncur ke arah gawangnya sendiri.
Tevez! Tendangan kerasnya di menit ke 27 sempat mengancam gawang Korsel. Sayang, bola yang diperoleh lewat tendangan bebas tersebut belum bisa merobek jala Jung Sung-ryong.
Meski terus ditekan, Korsel bukan tanpa peluang. Di menit ke-28, Lee Chung-yong memperoleh kesempatan lewat umpan lambung dari sisi kanan. Namun, sundulannya masih jauh dari mistar gawang.
Gol kedua kemudian tercipta dari sundulan Higuain di menit ke-32. Memanfaatkan umpan lambung dari Messi di sisi kiri, penyerang Real Madrid tersebut berhasil mengarahkan bola ke gawang setelah sempat memantul pemain belakang Korsel.
Hujan serangan dari Argentina seolah tak berhenti. Delapan menit kemudian, Higuain menendang ke arah gawang namun berhasil ditepis oleh kiper Jung Sung-ryong. Bola kemudian memantul ke arah De Maria. Sontak, pemain nomor 7 itu langsung melepaskan sepakan kaki kanan yang keras. Tapi, lagi-lagi berhasil diselamatkan oleh kiper.
Menjelang turun minum, Messi melakukan solo run dari tengah lapangan. Berhasil mengecoh 4 pemain Korsel, akhirnya bintang Barcelona tersebut melepaskan tendangan namun masih melambung.
Terlalu asyik menyerang, Argentina lengah di lini belakang. Tim asal Amerika Selatan tersebut kebobolan akibat bola yang dikuasai oleh Martin Demichelis berhasil direbut Lee Chung-yong. Si Jabulani pun kemudian diceploskan dengan mudah ke gawang Sergio Romero. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1.
Pasukan Diego Maradona terus melancarkan serangan di babak kedua. Kerjasama apik Tevez dan Di Maria di depan gawang, diselesaikan kemudian oleh tendangan Higuain. Bola yang mengarah ke gawang, berhasil ditepis kiper Jung Sung-ryong dengan baik.
Yeom Ki-Hun seharusnya bisa mencetak gol di menit 57' saat menyerang dari sisi kiri Argentina. Tinggal berhadapan dengan Romero, dia pun melepaskan tendangan keras. Sayang masih melebar di sisi kanan.
Korsel mulai memberikan perlawanan. Beberapa serangan yang dimotori Park Ji Sung mulai merepotkan pertahanan Argentina. Pemain pengganti, Kim Nam II melepaskan tembakan keras di luar kotak penalti di menit ke-71. Tapi skor tetap tak berubah karena bola melebar ke sisi gawang Romero.
Heinze diberi kartu kuning langsung di menit ke-73 oleh wasit karena menahan bola dengan tangannya. Di menit ke-74, Tevez digantikan oleh Sergio Aguero.
Tim Tango kembali menambah pundi-pundi gol lewat Higuain di menit ke-76. Messi melakukan dribbling dari sisi kiri gawang Korsel. Tendangan kaki kirinya berhasil ditepis kiper Jung Sung-ryong. Penyelamatan yang kurang sempurna membuat bola memantul balik ke arah Messi. Tanpa pikir panjang, bola kembali ditendang namun mengenai tiang gawa. Untungnya, pantulan bola mengarah ke Higuain yang langsung mengeksekusinya dengan dingin.
Higuain akhirnya mencetak Hattrick yang pertama sejak ajang Piala Dunia tahun 2002. Di menit ke-79, ia berhasil menyundul bola yang berasal dari umpan pemain pengganti Tevez,� Sergio Aguero.
Menjelang berakhirnya laga, Aguero melakukan serangan dari sisi kanan Korsel. Menantu Maradona tersebut akhirnya menendang bola dengan keras namun masih melayang di sisi kiri gawang.
Laga ditutup dengan skor 4-1.
Susunan Pemain:
Argentina: 22-Sergio Romero; 2-Martin Demichelis, 13-Walter Samuel (Burdisso 23'), 6-Gabriel Heinze, 17-Jonas Gutierrez; 14-Javier Mascherano, 20-Maxi Rodriguez, 7-Angel Di Maria; 10-Lionel Messi, 11-Carlos Tevez (Aguero 77'), 9-Gonzalo Higuain.
Korea Selatan: 18-Jung Sung-ryong; 2-Oh Beom-seok, 12-Lee Young-pyo, 4-Cho Yong-hyung, 14-Lee Jung-soo, 8-Kim Jung-woo, 16-Ki Sung-yong (Kim Nam II 46'), 7-Park Ji-sung, 17-Lee Chung-yong, 10-Park Chu-young, 19-Yeom Ki-hun
Label:
Piala Dunia 2010
Langganan:
Postingan (Atom)