Bloemfontein - Piala Dunia 2010 adalah penampilan pertama Manuel Neuer di level internasional bersama Jerman. Namun sebuah catatan apik mampu diukir kiper muda berusia 24 tahun itu di Afrika Selatan ini.
Ya pemain Schalke 04 itu menjadi kiper kedua di Piala Dunia yang mampu membuat assist di sebuah pertandingan. Neuer melakukannya saat Jerman menang 4-1 dari Inggris di babak 16 besar, Minggu (27/6) malam WIB.
Gol pertama Jerman yang dicetak Klose diawali tendangan gawang dari Neuer yang menggapai Klose di deket kotak penalti Inggris. Usai menaklukkan Matthew Upson dalam duel satu lawan satu, Klose pun tanpa kesulitan menceploskan bola ke jala David James.
Sebelum Neuer 44 tahun lalu di Inggris 1966 kiper Uni Soviet Anzar Kavazashvili melakukannya saat berhadapan dengan Chile. Waktu itu ia mengarsiteki gol kedua Valery Porkuyan yang membawa Uni Soviet menang 2-1 di fase grup.
Catatan positif itu tentunya makin bikin Joachim Loew kesengsem pada penampilan Neuer. Ia dipilih sebagai kiper utama Jerman dengan menyisihkan dua nama yang terbilang senior dan kenyang pengalaman seperti Hans Jorg-Butt dan Tim Wiese.
Neuer yang kelahiran 24 Maret itu sudah mengoleksi sembilan caps sejak debutnya 2 Juni 2009 melawan Uni Emirat Arab
Minggu, 27 Juni 2010
Gol Kontroversi Inggris, mengigatkan pada thn 1966
Share
Bloemfontein - Keputusan wasit yang tidak menganggap gol tembakan Frank Lampard dipastikan menjadi kontroversi besar tak cuma untuk Inggris tapi juga dunia. Buat Jerman, "sakit hati" mereka 44 tahun silam seperti terbayar.
Selama beberapa dekade kontroversi gol di final Piala Dunia 1966 diperdebatkan. Di menit ke-11 masa babak tambahan, dalam skor 2-2, bola sepakan Geoff Hurst memantul tiang, mencelat keluar garis gawang, dan wasit memutuskan sebagai gol.
Gol itu mengusik konsentrasi pemain-pemain Jerman. Inggris mencetak gol lagi sebelum peluit panjang berbunyi, menang 4-2, dan mereka keluar sebagai juara, meraih satu-satunya piala besar sampai saat ini.
Jerman meradang, dunia menyebutnya sebagai "gol hantu". Sampai sekarang, setiap kali Inggris bertemu Jerman, kontroversi itu selalu dibawa-bawa. Ada dendam berkepanjangan yang seakan tak pernah padam.
27 Juni 2010 Inggris terkena "karma". Pada pertemuan kedua tim di babak 16 besar, dalam keadaan tertinggal 1-2, sebuah tembakan Lampard di menit 39 menembus pertahanan Jerman dan tak bisa dijangkau kiper Manuel Neuer. Bola menerpa mistar, memantul ke gawang, dan tayangan ulang memperlihatkan jelas telah melewati garis gawang.
Wasit Jorge Larrionda dari Uruguay tidak meniup peluit alias tidak menganggapnya sebagai gol. Pemain Inggris ramai-ramai memprotes. Ofisial Inggris di bench, mulai dari Fabio Capello, asisten pelatih Stuart Pearce sampai "kapten tak bermain" David Beckham, bangkit dari kursinya, mengangkat tangan tinggi-tinggi, menggerutu sejadi-jadinya.
Di akhir cerita, Jerman menang telak 4-1 -- lebih telak dari kekalahan mereka 44 tahun silam. Inggris angkat koper dari Piala Dunia, lebih cepat dari dua edisi sebelumnya ketika mereka bertahan sampai babak perempatfinal.
"Ini lelucon. Hakim garis dekat sekali dari sana. Mereka mencoba mengembalikan kita ke tahun 1966," seru seorang fans Inggris dikutip The Sun. Seorang fans lain berteriak, "Kita butuh hakim garis dari Rusia!"
Rusia yang dimaksud adalah Tofik Bakhramov, hakim garis asal Uni Soviet yang memberitahu wasit Gofffried Dienst (Swiss) di final 1966, bahwa bola dilihatnya telah melewati garis gawang. Tapi wasit Jorge Larrionda dari Uruguay bahkan tidak berdiskusi dulu dengan asistennya untuk menganggap bahwa tembakan Lampard tidak gol.
Yang menarik, Larrionda dikabarkan berseru "Oh, Tuhan!" ketika di masa turun minum ia melihat tayangan ulang insiden tersebut.
Di tahun 1966, sebuah studi menghitung bahwa bola tidak masuk sepenuhnya dan masih berjarak 6 cm dari gol. Malam ini, pers Inggris berani menyebut bahwa bola tembakan Lampard sudah masuk 60 bahkan 90 cm.
Peristiwa di Bloemfontein ini pasti akan dikenang dunia apalagi Inggris. Mereka pasti akan bilang, "Kalau itu gol, berarti skor 2-2, dan apapun bisa saja terjadi."
Tapi para komentator menilai Jerman memang lebih pantas menang karena permainan mereka lebih baik daripada Inggris.
Sepakbola memang selalu melahirkan kontroversi.
Selama beberapa dekade kontroversi gol di final Piala Dunia 1966 diperdebatkan. Di menit ke-11 masa babak tambahan, dalam skor 2-2, bola sepakan Geoff Hurst memantul tiang, mencelat keluar garis gawang, dan wasit memutuskan sebagai gol.
Gol itu mengusik konsentrasi pemain-pemain Jerman. Inggris mencetak gol lagi sebelum peluit panjang berbunyi, menang 4-2, dan mereka keluar sebagai juara, meraih satu-satunya piala besar sampai saat ini.
Jerman meradang, dunia menyebutnya sebagai "gol hantu". Sampai sekarang, setiap kali Inggris bertemu Jerman, kontroversi itu selalu dibawa-bawa. Ada dendam berkepanjangan yang seakan tak pernah padam.
27 Juni 2010 Inggris terkena "karma". Pada pertemuan kedua tim di babak 16 besar, dalam keadaan tertinggal 1-2, sebuah tembakan Lampard di menit 39 menembus pertahanan Jerman dan tak bisa dijangkau kiper Manuel Neuer. Bola menerpa mistar, memantul ke gawang, dan tayangan ulang memperlihatkan jelas telah melewati garis gawang.
Wasit Jorge Larrionda dari Uruguay tidak meniup peluit alias tidak menganggapnya sebagai gol. Pemain Inggris ramai-ramai memprotes. Ofisial Inggris di bench, mulai dari Fabio Capello, asisten pelatih Stuart Pearce sampai "kapten tak bermain" David Beckham, bangkit dari kursinya, mengangkat tangan tinggi-tinggi, menggerutu sejadi-jadinya.
Di akhir cerita, Jerman menang telak 4-1 -- lebih telak dari kekalahan mereka 44 tahun silam. Inggris angkat koper dari Piala Dunia, lebih cepat dari dua edisi sebelumnya ketika mereka bertahan sampai babak perempatfinal.
"Ini lelucon. Hakim garis dekat sekali dari sana. Mereka mencoba mengembalikan kita ke tahun 1966," seru seorang fans Inggris dikutip The Sun. Seorang fans lain berteriak, "Kita butuh hakim garis dari Rusia!"
Rusia yang dimaksud adalah Tofik Bakhramov, hakim garis asal Uni Soviet yang memberitahu wasit Gofffried Dienst (Swiss) di final 1966, bahwa bola dilihatnya telah melewati garis gawang. Tapi wasit Jorge Larrionda dari Uruguay bahkan tidak berdiskusi dulu dengan asistennya untuk menganggap bahwa tembakan Lampard tidak gol.
Yang menarik, Larrionda dikabarkan berseru "Oh, Tuhan!" ketika di masa turun minum ia melihat tayangan ulang insiden tersebut.
Di tahun 1966, sebuah studi menghitung bahwa bola tidak masuk sepenuhnya dan masih berjarak 6 cm dari gol. Malam ini, pers Inggris berani menyebut bahwa bola tembakan Lampard sudah masuk 60 bahkan 90 cm.
Peristiwa di Bloemfontein ini pasti akan dikenang dunia apalagi Inggris. Mereka pasti akan bilang, "Kalau itu gol, berarti skor 2-2, dan apapun bisa saja terjadi."
Tapi para komentator menilai Jerman memang lebih pantas menang karena permainan mereka lebih baik daripada Inggris.
Sepakbola memang selalu melahirkan kontroversi.
Label:
Piala Dunia 2010
Inggris pulang susul Italia, Jerman ikuti Uruguay..
Share
Bloemfontein - Jerman tampil gemilang saat berduel dengan Inggris, Minggu (27/6). Der Panser menang telak 4-1 dan melaju ke perempatfinal.
Dalam laga yang dihelat di Free State Stadium itu Jerman mendapat gol-golnnya dari Thomas Mueller (dua), Miroslav Klose dan Lukas Podolski. Inggris memperkecil ketertinggalan lewat Matthew Upson.
Laga tersebut diwarnai kontroversi saat wasit Jorge Larrionda menganulir gol Frank Lampard di babak pertama yang dalam tayangan ulang bola sudah melewati garis.
Di perempatfinal Jerman akan bertemu pemenang partai antara Argentina kontra Meksiko.
Jalannya pertandingan
Di menit ke-4 Mesut Ozil yang mendapsat bola di sisi kiri pertahanan Inggris merangsek masuk ke kotak penalti. Sambil dibayangi Ashley Cole, Ozil melepaskan sepakan yang masih bisa ditahan David James.
Pertandingan memasuki menit ke-20 Jerman membuka skor. Bola panjang dari Manuel Neuer menuju Klose di kotak penalti Inggris dan usai menaklukkan Upson, Klose menyepak bola masuk ke jala Inggris.
Marka pertandingan memasuki setengah jam Klose nyaris membawa Jerman menjauh namun tembakannya masih bisa ditepis James. Dua menit berselang Inggris harus kebobolan lagi. Kali ini akselerasi Mueller di sayap kanan diakhiri dengan umpan ke tiang jauh di mana Podolski bebas berdiri. Dengan mudah Podolski menceploskan bola ke jala James dengan kaki kirinya.
Upson! Inggris memperkecil keadaan jadi 1-2 di menit ke-37. Umpan Steven Gerrard dimaksimalkan jadi gol oleh Upson lewat kepalanya.
Semenit sesudahnya Inggris sebenarnya kembali mencetak gol lewat tendangan keras Frank Lampard dari luar kotak penalti. Namun wasit tak mengesahkannya padahal dalam tayangan ulang bola sudah melewati garis setelah membentur mistar.
Enam menit selepas rehat Lampard lewat tembakan bebas dari jarak jauh punya peluang emas menyamakan skor. Namun bola masih menghantam mistar gawang.
Di menit ke-62 Bastian Schweinsteiger punya peluang dari luar kotak penalti lewat tembakan keras mendatar namun masih melebar. Klose yang berada tepat di depan laju bola sebenarnya bisa menyentuhnya untuk dijadikan gol.
Mueller! Jerman memperbesar keunggulan di menit ke-67 dan skor jadi 3-1. Diawali serangan balik yang digawangi Podolski, bola diumpan ke Schweni di tengah yang kemudian digulirkan ke Mueller di sayap kiri. Mueller dengan kaki kanannya menghajar bola keras menghujam gawang James.
Tak sampai dua menit kemudian Ozil yang membawa bola sendirian di sayap kiri merangsek ke kotak penalti dan mengumpan datar ke depan gawang. Mueller dengan mudah menceploskan bola ke James untuk gol keduanya dan Jerman unggul 4-1.
Gerrard! Di menit ke-80 tendangan dari dalam kotak penalti kapten Inggris itu masih bisa ditepis oleh Neuer.
Skor 4-1 bertahan hingga akhir pertandingan dan Inggris pun pulang kampung!
Susunan pemain
Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm, 3-Arne Friedrich, 17-Per Mertesacker, 20-Jerome Boateng, 13-Thomas Mueller (15- Piotr Trochowski 72'), 6-Sami Khedira, 7-Bastian Schweinsteiger, 10-Lukas Podolski, 8-Mesut Ozil (9-Stefan Kiessling 83'), 11-Miroslav Klose (23-Mario Gomez 73').
Inggris: 1-David James; 2-Glen Johnson (17-Shaun Wright Philips 87'), 15-Matthew Upson, 6-John Terry, 3-Ashley Cole; 16-James Milner (11-Joe Cole 64'), 4-Steven Gerrard, 8-Fank Lampard, 14-Gareth Barry; 19-Jermain Defoe (21-Emile Heskey 71'), 10-Wayne Rooney.
Sumber : detiksport
Dalam laga yang dihelat di Free State Stadium itu Jerman mendapat gol-golnnya dari Thomas Mueller (dua), Miroslav Klose dan Lukas Podolski. Inggris memperkecil ketertinggalan lewat Matthew Upson.
Laga tersebut diwarnai kontroversi saat wasit Jorge Larrionda menganulir gol Frank Lampard di babak pertama yang dalam tayangan ulang bola sudah melewati garis.
Di perempatfinal Jerman akan bertemu pemenang partai antara Argentina kontra Meksiko.
Jalannya pertandingan
Di menit ke-4 Mesut Ozil yang mendapsat bola di sisi kiri pertahanan Inggris merangsek masuk ke kotak penalti. Sambil dibayangi Ashley Cole, Ozil melepaskan sepakan yang masih bisa ditahan David James.
Pertandingan memasuki menit ke-20 Jerman membuka skor. Bola panjang dari Manuel Neuer menuju Klose di kotak penalti Inggris dan usai menaklukkan Upson, Klose menyepak bola masuk ke jala Inggris.
Marka pertandingan memasuki setengah jam Klose nyaris membawa Jerman menjauh namun tembakannya masih bisa ditepis James. Dua menit berselang Inggris harus kebobolan lagi. Kali ini akselerasi Mueller di sayap kanan diakhiri dengan umpan ke tiang jauh di mana Podolski bebas berdiri. Dengan mudah Podolski menceploskan bola ke jala James dengan kaki kirinya.
Upson! Inggris memperkecil keadaan jadi 1-2 di menit ke-37. Umpan Steven Gerrard dimaksimalkan jadi gol oleh Upson lewat kepalanya.
Semenit sesudahnya Inggris sebenarnya kembali mencetak gol lewat tendangan keras Frank Lampard dari luar kotak penalti. Namun wasit tak mengesahkannya padahal dalam tayangan ulang bola sudah melewati garis setelah membentur mistar.
Enam menit selepas rehat Lampard lewat tembakan bebas dari jarak jauh punya peluang emas menyamakan skor. Namun bola masih menghantam mistar gawang.
Di menit ke-62 Bastian Schweinsteiger punya peluang dari luar kotak penalti lewat tembakan keras mendatar namun masih melebar. Klose yang berada tepat di depan laju bola sebenarnya bisa menyentuhnya untuk dijadikan gol.
Mueller! Jerman memperbesar keunggulan di menit ke-67 dan skor jadi 3-1. Diawali serangan balik yang digawangi Podolski, bola diumpan ke Schweni di tengah yang kemudian digulirkan ke Mueller di sayap kiri. Mueller dengan kaki kanannya menghajar bola keras menghujam gawang James.
Tak sampai dua menit kemudian Ozil yang membawa bola sendirian di sayap kiri merangsek ke kotak penalti dan mengumpan datar ke depan gawang. Mueller dengan mudah menceploskan bola ke James untuk gol keduanya dan Jerman unggul 4-1.
Gerrard! Di menit ke-80 tendangan dari dalam kotak penalti kapten Inggris itu masih bisa ditepis oleh Neuer.
Skor 4-1 bertahan hingga akhir pertandingan dan Inggris pun pulang kampung!
Susunan pemain
Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm, 3-Arne Friedrich, 17-Per Mertesacker, 20-Jerome Boateng, 13-Thomas Mueller (15- Piotr Trochowski 72'), 6-Sami Khedira, 7-Bastian Schweinsteiger, 10-Lukas Podolski, 8-Mesut Ozil (9-Stefan Kiessling 83'), 11-Miroslav Klose (23-Mario Gomez 73').
Inggris: 1-David James; 2-Glen Johnson (17-Shaun Wright Philips 87'), 15-Matthew Upson, 6-John Terry, 3-Ashley Cole; 16-James Milner (11-Joe Cole 64'), 4-Steven Gerrard, 8-Fank Lampard, 14-Gareth Barry; 19-Jermain Defoe (21-Emile Heskey 71'), 10-Wayne Rooney.
Sumber : detiksport
Label:
Piala Dunia 2010
Sabtu, 26 Juni 2010
Jelang Jerman vs Inggris
Share
Bloemfontein - Faktor pengalaman memegang peranan dalam laga sebesar Inggris kontra Jerman. Untuk itu The Three Lions juga punya tugas untuk "menyokong" mental Frank Lampard, Wayne Rooney, dan James Milner.
Bigmatch Inggris kontra Jerman, Minggu (27/6/2010) menarik perhatian besar dari publik. Pasalnya selain rivalitas tradisional antara kedua negara, duel ini juga sedikit banyak menentukan seperti apa akhir cerita dari Piala Dunia kali ini. Itu berarti salah satu tim unggulan di South Africa 2010 bakal pulang setelah laga ini.
Di laga besar seperti ini, skill saja tidak cukup. "Faktor pengalaman sangat menolong ketika Anda harus menjalani semua hal yang dibicarakan tentang arti dari laga ini," ujar kapten Inggris Steven Gerrard seperti dikutip dari Guardian.
Pelatih Fabio Capello boleh bersyukur pasalnya hanya tiga pemainnya yang belum pernah punya pengalaman mengalahkan Jerman. Yang agak repot, tiga nama itu adalah pilar inti St George Cross. Mereka adalah Lampard, Rooney, dan Milner.
Dalam kemenangan terakhir yang dibukukan Inggris atas Tim Diesel, ketiga pemain itu tidak tampil. Ada pun laga yang dimaksud adalah partai persahabatan (20/11/2008) yang berkesudahan 2-1 untuk Inggris.
Tapi malam nanti bukan partai persahabatan. Pertandingan malam nanti merupakan laga hidup mati. Untuk itu Gerrard dan seluruh anggota tim siap menyokong ketiga pemain tersebut..
"Dalam laga ini, pemain harus tegar dan siap untuk diperhitungkan. Ini merupakan babak di mana kita semua ingin bermain. Dalam laga nanti akan terjadi banyak kejadian besar dan bahkan beberapa di antaranya bisa menentukan karir pemain ke depannya," tegas Gerrard.
"Menataplah ke depan. Yang saya rasakan hanyalah keinginan untuk memimpin tim ini melaju ke delapan besar," tandas pemain yang mencetak satu gol ketika Inggris membantai Jerman 5-1 pada kualifikasi Piala Dunia 2002 (1/9/2001) tersebut.
"Laga seperti ini memang penuh tensi dan banyak yang dipertaruhkan nantinya. Tapi di sini ada gairah juga. Kami harus memastikan kami tak menyesal ketika laga berakhir," tutup pemain Liverpool itu.
Sumber : detiksport
Bigmatch Inggris kontra Jerman, Minggu (27/6/2010) menarik perhatian besar dari publik. Pasalnya selain rivalitas tradisional antara kedua negara, duel ini juga sedikit banyak menentukan seperti apa akhir cerita dari Piala Dunia kali ini. Itu berarti salah satu tim unggulan di South Africa 2010 bakal pulang setelah laga ini.
Di laga besar seperti ini, skill saja tidak cukup. "Faktor pengalaman sangat menolong ketika Anda harus menjalani semua hal yang dibicarakan tentang arti dari laga ini," ujar kapten Inggris Steven Gerrard seperti dikutip dari Guardian.
Pelatih Fabio Capello boleh bersyukur pasalnya hanya tiga pemainnya yang belum pernah punya pengalaman mengalahkan Jerman. Yang agak repot, tiga nama itu adalah pilar inti St George Cross. Mereka adalah Lampard, Rooney, dan Milner.
Dalam kemenangan terakhir yang dibukukan Inggris atas Tim Diesel, ketiga pemain itu tidak tampil. Ada pun laga yang dimaksud adalah partai persahabatan (20/11/2008) yang berkesudahan 2-1 untuk Inggris.
Tapi malam nanti bukan partai persahabatan. Pertandingan malam nanti merupakan laga hidup mati. Untuk itu Gerrard dan seluruh anggota tim siap menyokong ketiga pemain tersebut..
"Dalam laga ini, pemain harus tegar dan siap untuk diperhitungkan. Ini merupakan babak di mana kita semua ingin bermain. Dalam laga nanti akan terjadi banyak kejadian besar dan bahkan beberapa di antaranya bisa menentukan karir pemain ke depannya," tegas Gerrard.
"Menataplah ke depan. Yang saya rasakan hanyalah keinginan untuk memimpin tim ini melaju ke delapan besar," tandas pemain yang mencetak satu gol ketika Inggris membantai Jerman 5-1 pada kualifikasi Piala Dunia 2002 (1/9/2001) tersebut.
"Laga seperti ini memang penuh tensi dan banyak yang dipertaruhkan nantinya. Tapi di sini ada gairah juga. Kami harus memastikan kami tak menyesal ketika laga berakhir," tutup pemain Liverpool itu.
Sumber : detiksport
Label:
Piala Dunia 2010
Jumat, 25 Juni 2010
Kreasi temen-temen
Share
Motor Nyasar??

Kekuatan Super?? hahaha..

Gitar kebakar di aer? Hebat.. Hihi

Valentino Ngeban?? Hahaha..

Ganteng jadi Cantik ^_^

So Cute... Hahaha..
Anda memiliki foto-foto lucu? Kirimkan ke noxius_03@hotmail.com
Label:
Iseng Time ^.^
Bola Jabulani ga salah, tapi Pemainnya!
ShareJohannesburg - Piala Dunia 2010 hampir setengah jalan, Jabulani masih terus mengundang kontroversi. Keluhan beberapa pemain terhadap Jabulani dianggap cuma alasan saja.
"Jabulani ini banyak sekali didiskusikan. Di Johannesburg yang tempatnya tinggi, bola menjadi lebih cepat dan kiper harus bekerja lebih keras karenanya," demikian penilaian mantan penjaga gawang internasional Jerman Oliver Kahn dalam konferensi pers di Jobulani Center, Sandton, Johannesburg, Jumat (25/6/2010), yang dihadiri pula oleh reporter detiksport Doni Wahyudi.
Beberapa pemain dari negara-negara kontestan Piala Dunia 2010 sebelumnya sempat mengkritik bola keluaran Adidas tersebut. Diklaim sebagai yang paling bulat, Jabulani justru dianggap menyulitkan, utamanya untuk penjaga gawang.
"Tapi itu semua bukan alasan, kiper harus tetap bisa mengantisipasinya. Pelatih bilang, kalau bolanya sulit berarti sang kiper harus latihan lebih berat lagi," lanjut Kahn.
Pernyataan serupa terlontar dari kiper Chelsea asal Republik Ceko, Petr Cech. Kesulitan yang dialami pemain ataupun kiper terhadap bola, itu karena kesalahan yang dibuat si pemain sendiri.
"Tak ada yang salah dengan bola. Kalau sesuatu terjadi, itu adalah kesalahan kiper, gelandang, bek yang tak berkonsentrasi penuh,” tukas kiper Republik Ceko itu. "Semua pemain menggunakan bola yang sama. Semua bisa dipelajari dengan membiasakan diri"
"Apa yang terjadi pada bola tergantung beberapa hal. Lapangannya, bagaimana kondisi rumput, ketinggian dan kadang angin," pungkas Cech yang mengaku sudah merasakan langsung Jabulani dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia ini.
Sumber : detiksport
Label:
Piala Dunia 2010
Kamis, 24 Juni 2010
LOGITECH V120 Mouse
Share


Product Information :
- Weight : 1kg
- Price : Rp 200.000 (Blm ongkos kirim)
- Laser tracking: Experience high performance laser precision, fluid tracking on virtually almost any surface.
- Cord Management: Cord winds neatly into base, USB plug snaps securely into place protecting laser lens.
- Ultra-Compact Design: Convenient to carry or slip into a bag.
- USB
- 1-year Limited Warranty by Authorized Distributor
- Windows® XP or Windows Vista™
Label:
Techo Online Zone
Langganan:
Postingan (Atom)